Mengupas Sesatnya Aliran Syi’ah

Sempat tertundanya diskusi tentang aliran syi’ah beberapa waktu lalu di masjid Ash-Sholihin Condet, karena ada ancaman terhadap pengurus masjid tersebut, tidak menyurutkan panitia pelaksana untuk menggelar diskusi yang tertunda tersebut.

Acara diskusi yang mengupas tentang sesatnya aliran Syi’ah ini akhirnya digelar di Masjid Al-Furqon, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di jalan Kramat Raya ba’da sholat Jum’at (10/6). Banyak kalangan muda yang hadir pada diskusi ini, sehingga memenuhi ruang masjid Al-Furqon.

Kenapa Syi’ah menjadi tema diskusi pada siang itu? Karena adanya keresahan umat Islam terhadap sepak terjang Syi’ah yang selalu menggunakan faham taqiyah-nya untuk mengelabui umat Islam. Bukan tidak mungkin partai-partai dan Ormas-ormas Islam sudah disusupi aliran ini.

“Syi’ah adalah aliran politik dan politik ujung-ujungnya kekuasaan. Syi’ah menggunakan politik sebagai kendaraan untuk menggapai kekuasaan,” ungkap A. Cholil Ridwan, Ketua MUI Bidang Kebudayaan, dalam sambutannya membuka acara diskusi tersebut.“Di Malaysia Syi’ah dilarang, 129 aktivisnya dipenjara. Padahal Islam hanya 60 persen di Malaysia, tetapi Pemerintahnya tegas dalam menangani aliran sesat. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk melindungi aqidah umat Islam”, imbuh Kyai yang kental dengan aksen betawinya ini.

Senada dengan itu Habib Achmad Zein Alkaf, Ketua Bidang Organisasi Albayyinat menambahkan bahwa pemasalahan aliran sesat syi’ah harus ada campur tangan pemerintah, karena mereka didukung oleh dana yang kuat dan mempunyai jaringan internasional yang terorganisir. Untuk itu Habib Achmad, pengurus NU Jatim, menghimbau kepada pemerintah agar secepatnya mengambil sikap yang lebih tegas terhadap syi’ah.

Begitu juga dengan Agus Tri Sundani dari Muhammadiyah yang menyampaikan bahwa Muhammadiyah menolak Syi’ah dan akan berjuang terus untuk membasmi syi’ah. Sedangkan Idrus Ramli, pengurus NU Jatim yang tinggal di Jember, telah menyiapkan kader-kadernya untuk bisa berdebat dengan syi’ah. Karena pengalaman ustadz muda ini yang pernah didatangi seorang syi’ah yang tidak puas dengan ceramah yang disampaikan Idrus Ramli dalam sebuah acara pernikahan terkait dengan ahlul bait.

Akhirnya, acara ini ditutup dengan pernyataan sikap bersama ormas-ormas Islam Ahlussunnah Indonesia yang menyatakan Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa dan Negara dan menolak keras MUHSIN (Forum Ukhuwah Sunni-Syi’ah) yang digagas beberapa waktu lalu oleh aktivis syi’ah dan oknum yang mengatas namakan Muslimin Indonesia. Juga mendesak pihak-pihak berwenang dengan tegas menyatakan syi’ah sebagai aliran sesat yang harus dilarang di Indonesia. (mzs)