Berita Tidak Duka: Telah Meninggal Para Pemimpin di Negeri-Negeri Muslim


Ust. Fathuddin Ja’far

انا لله وانا اليه راجعون

Telah meninggal para pemimpin di negeri-negeri Muslim.

Berita ini sangat mengejutkan orang yang ada iman di dalam hatinya walau sebesar biji sawi.

Bagi orang yang tidak ada iman dalam hatinya, berita seperti ini biasa-biasa saja, karena pada hakikatnya ia sudah mati seperti para pemimpin negeri-negeri Muslim lainnya.

Kenapa mereka sudah dianggap mati/meninggal? Karena mereka sudah seperti mayat tidak bisa bergerak dan berbuat untuk menghentikan genosida terhadap saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya, sejak 7 Oktober 2023 lalu. Padahal mereka memiliki berbagai mesin perang dan jutaan prajurit militer terlatih dengan biaya ratusan milyar dolar diambil dari rakyat Muslim.

Ajaibnya lagi, jumlah Yahudi yang menjajah dan tinggal di Palestina sejak 1948 sampai saat ini sekitar 6 jt jiwa saja. Total Yahudi di dunia diperhitungkan sekitar 15 jt doang. Sedangkan umat Islam di sekitar Palestina ratusan juta, bahkan di di dunia ada 2 milyar Muslim.

Masak untuk menyelamatkan 2.2jt penduduk gaza saja tidak bisa. Apalagi memerdekakan Palestina?

Sampai saat ini masyarakat Gaza, sudah 30.000 lebih yang syahid dan 70.000 lebih yang luka-luka yang mayoritasnya anak-anak dan ibu-ibu.

Lebih 1.000 masjid dihancurkan, ratusan lembaga pendidikan, rumah sakit dan ratusan ribu unit rumah/apartemen dimusnahkan.

Semuanya melalui bombardir puluhan ribu ton bahan peledak berdaya tinggi yang dilancarkan angkatan perang Yahudi sejak 7 Oktober lalu.

Puluhan ribu rakyat Palestina ditangkap, dipenjara dan disiksa oleh bajingan-bajingan Zionis Yahudi yang selalu mengatakan mereka membela diri. Penjajah kok membela diri?

Beberapa waktu sebelumnya, para Pemimpin di negeri Muslim sudah berteriak kejahatan pembunuhan massal di Gaza akan segera berhenti sebelum masuk Ramadhan 1445H. Nyatanya, sampai hari ini, Sabtu 6 Ramadhan 1445 kejahatan Yahudi tersebut masih seperti sebelumnya, belum ada tanda-tanda berhenti.

Sudah puluhan kali pertemuan di DK PBB, Mahkamah Internasional, bahkan di Paris segala.

Yahudi tetap merajalela membunuh rakyat Gaza dan menghancurkan berbagai bangunan dan infrastrukturnya yang terang-terangan didukung Pemerintah AS, Eropa dan lainnya.

Sudah menjadi aqidah bagi bos zionis Yahudi Netanyahu dan gengnya, membunuh kaum Muslimin Palestina dan siapa saja yang menentang kejahatan mereka wajib hukumnya dibunuh dan dihancurkan. Mereka yakin betul, membunuh dan menghancurkan menjadi jaminan bagi mereka untuk masuk syurga. Kejahatan tersebut sudah mereka lalukan sejak zaman Nabi Musa; sekitar 3.500 tahun lalu.

Sebab itu, sekarang mereka fokus membunuh 2.2 juta jiwa kaum Muslimin yang sudah mereka usir dari kota Gaza dan tinggal di pengungsian Rafah yang berbatas dengan Mesir.

Caranya, buat pernjanjian dengan para pemimpin 4 negara yang memiliki perbatasan denga plestina yaitu, Mesir, Libanon, Suriah dan Jordania.

Isinya, sepakat untuk tidak membuka keempat perbatasan tersebut agar bantuan umat Islam sedunia dan bantuan kemanusiaan dari bangsa lain tidak bisa masuk kecuali dengan sangat sulit dan jauh dari cukup untuk 2.2 juta masyarakat gaza yang terdampar, khususnya di Rafah yang berbatas dengan Mesir dan pinggiran Gaza lainnya.

Pada waktu yang sama, pasukan Yahudi setiap saat menggempur mereka dari udara sing malam tanpa henti.

Seperti itulah cara keji yang sangat efektif dilakukan Yahudi sekarang untuk menghabisi 2.2 juta saudara kita di Gaza.

Kalau ada yang bertanya kepada Netanyahu dan pejabat Yahudi lainnya, kenapa Gaza dilumatkan? Mereka selalu menjawab bahwa Brigade Izzuddin Al-Qassam dan kelompok Jihad lainnya bernaung di rumah-rumah sakit, sekolah, masjid dan masyarakat Gaza.

Nah, sekarang bangunan-bangunan yang dicurigai itu sudah hancur semua, termasuk gereja tua di sana dan 2.2 juta masyarakat Gaza sudah terusir keluar dari Gaza.

Apalagi alasan mereka tetap bekerjasama dengan Mesir, Jordania dan negeri-negeri sekitarnya untuk menutup perbatasan mereka dengan Gaza?

Tidak ada alasan lain kecuali ingin membunuh semua masyarakat Gaza.

Kalau hal terburuk tersebut terjadi – semoga Allah gagalkan -, termasuk kondisi kelaparan yang sedang menimpa 2.2jt saudara kita di pinggiran kota Gaza sekarang, siapa yang paling bertanggung jawab di hadapan Allah?

Pastilah para pemimpin di negeri-negeri Muslim, wabil khusus yang negerinya berbatas dengan Gaza dan wilayah Palestina lainnya, kemudian para pemimpin di negeri besar Muslim lainnya seperi Suadi Arabia, Turki, Pakistan, Indonesia dan negeri Afrika Utara (Maghorib) dan lainnya.

Kenapa? Karena mereka mengaku Muslim, tapi tidak bisa menghentikan genosida terhadap 2.2 juta saudara mereka di Gaza. Karena menurut Allah, sesama Muslim itu bersaudara. Wajib hukumnya membantu saudaranya yang membutuhkan pertolongan, khususnya saat ada sebagian negeri Muslim dijajah kaum kafir, walau hanya sejengkal.

Boro-boro membela saudara Muslim di Palestina dan memerdekakan mereka dari penjajah bangsa Yahudi sejak 1948 itu. Terhadap umat Islam yang ada di negeri-negeri yang mereka pimpin saja zalim dan jahat tehadap mereka dengan mengharamkan menerapkan ajaran Islam di negeri mereka dan menganggap mereka musuh negara. Mereka juga lebih suka bekerjasama dengan asing dan aseng untuk memiskinkan dan membodohi umat Islam agar mudah dikendalikan dan dijajah.

Jadi, sebenarnya mereka ini siapa? Muslim atau Zionis kw? Atau terpapar virus wahan? Cinta dunai dan takut mati…

Kalau begitu, sesungguhnya mereka sudah mati.

Silahkan yang mau melakukan shalat ghaib! Jika tidak, juga gak masalah.

Allahu A’lam

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku yg dirahmati Allah.. Kondisi saudara kita di Gaza semakin memprihatinkan. Sekitar 2 jt orang sedang kelaparan. Ayo di bulan Ramadhan penuh berkah ini kita tingkatkan infak dan doa kita utk mereka.

Salurkan infak terbaiknya via No Rek : 7022951577, BSI A/N. Fathuddin Jafar.

Silahkan kirim bukti transfer ke WA No. 08158314466. Semoga Allah balas 700x lipat lebih.

جزاكم الله خيرا

Beri Komentar