Hersubeno Arief: Setelah Romy Siapa Yang Menyusul?

Video pertama, saat Romi duduk di kursi depan mobil presiden sambil merekam Presiden Jokowi yang duduk di kursi belakang. Jokowi terlihat melempar-lemparkan bungkusan makanan kepada warga. Romi dan Jokowi terlihat tertawa-tawa.

Peristiwa itu diduga terjadi ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur (3/2/2018). Romi mengunggah video tersebut di akun twitternya.

Banyak yang mengecam sikap Jokowi. Perilakunya dinilai sangat primitif, merendahkan rakyat. Menikmati rakyat jelata berebut makanan yang dilemparkan seorang penguasa.

Video Kedua saat Romi nge-vlog bertiga bersama Jokowi dan Kyai Maimoen Zubair. Dalam video itu Romi terdengar mendiktekan kalimat yang harus diucapkan Mbah Moen. Sebelumnya Romi meminta Mbah Moen meralat doa.

Dia meminta Mbah Moen mendoakan Jokowi agar terpilih kembali sebagai presiden, tapi justru Prabowo yang didoakan. Peristiwanya juga terjadi pada tanggal 3 Februari. Hanya tahunnya berbeda, 2019.

Setelah Romi, kemungkinan besar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bakal menyusul. KPK menemukan uang ratusan juta di ruang kerja Lukman dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar.

Kalau melihat rangkaian kasusnya sangat sulit bagi Lukman untuk mengelak. Romi ditangkap KPK karena memperjualbelikan jabatan di lingkungan Kemenag.

Ketika ditangkap Romi baru menerima suap. Sebesar Rp 250 juta untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag Jatim, dan Rp 50 juta untuk jabatan Kepala Kantor Depag (Kakandep) Gresik. Uang receh sebenarnya untuk orang sekelas Romi, teman akrab Jokowi.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan Romi sudah beberapa kali menerima suap. Ini bukan pertama kalinya. Kalau dikalikan jumlah provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia, uang receh itu akan terkumpul menjadi uang besar.

Belum lagi kalau bicara beberapa jabatan lain di kantor pusat dan Rektor sejumlah perguruan tinggi di bawah Depag.

Kok Romi bisa mengatur jabatan di Depag? Nah disitu kuncinya. Romi adalah Ketua Umum PPP. Lukman adalah menteri perwakilan PPP di kabinet. Sulit untuk mengelak bahwa Romi bisa leluasa bertindak tanpa sepengetahuan Lukman dan Sekjen Depag.