Tentara Zionis Israel Bakar Diri Sebab Trauma Perang Gaza

Eramuslim.com – Seorang tentara Israel tewas pada Kamis usai membakar dirinya sendiri setelah permintaan status disabilitasnya ditolak Kementerian Pertahanan.

Permintaan tersebut lantaran dirinya mengalami stres pasca-trauma (PTSD) akibat berpartisipasi dalam serangan ke Gaza dari tahun 2008 dan 2011.

Tentara berusia 33 tahun bernama Bar Kalaf sempat dilarikan ke Pusat Medis pada Selasa pekan lalu, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Keluarga menyalahkan kelalaian Israel yang menyebabkan tindakan bunuh diri tersebut.

Kalaf, yang bertugas di ketentaraan dari 2008 hingga 2011 dan berpartisipasi dalam serangan Operation Protective Edge di Gaza sebagai tentara cadangan, telah mencari pengakuan untuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD) terkait dengan pengabdiannya. Namun, Kementerian Pertahanan menolak lamarannya, dengan menyatakan bahwa dia didiagnosis dengan “penyakit mental” yang tidak terkait langsung dengan tugas militernya. Kementerian menegaskan, kasus Kalaf diperiksa secara menyeluruh sebelum keputusan diambil.

Menurut keluarga Kalaf, dia merasa sangat putus asa karena permohonan bantuannya tidak dijawab. Mereka mengklaim bahwa komite medis yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi permintaannya gagal melakukan pemeriksaan menyeluruh atas kondisinya, yang berujung pada penolakan status disabilitasnya. Mereka mengkritik proses evaluasi singkat, menyatakan bahwa tidak cukup untuk menilai kompleksitas perjuangan kesehatan mental putranya.

Protective Edge, serangan Israel yang menurut keluarga Kalaf menyebabkan PTSD, adalah salah satu serangan militer paling brutal ke Gaza. Israel melancarkan serangan militer selama tiga minggu terhadap Jalur Gaza, menewaskan hampir 1.400 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya.

Keluarga percaya bahwa perhatian yang tepat terhadap masalah kesehatan mental harus menjadi prioritas, terutama bagi individu muda yang menjalani tugas militer yang intens.

Kalaf adalah tentara Israel kedua yang bertugas selama Operation Protective Edge yang bunuh diri dengan membakar diri. Dua tahun lalu, veteran berusia 26 tahun, Itzik Saidian, yang didiagnosis menderita PTSD, mencoba bunuh diri.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa mantan prajurit itu mengeluarkan sebotol zat yang mudah terbakar, menuangkannya ke dirinya sendiri, dan membakarnya di pintu masuk sebuah gedung milik Kementerian Pertahanan.

(Hidayatullah)

Beri Komentar