Bentuk Ka’bah Dulunya Bukan Kubus

Eramuslim – Terletak di pusat Masjidil Haram dan menjadi pusat kiblat dalam melaksanakan ibadah shalat, Ka’bah memiliki banyak fakta tersembunyi yang jarang diketahui banyak orang, khususnya umat Islam di Indonesia.

Berikut 5 fakta tersemunyi Ka’bah seperti dilansir laman World Bulletin:

Ka’bah telah direkonstruksi berulang kali

Ka’bah pernah mengalami kerusakan akibat bencana alam seperti banjir dan faktor-faktor lainnya sehingga membuatnya beberapa kali dibangun ulang. Kebanyakan sejarawan menyatakan Ka’bah telah direkonstruksi sekitar 12 kali. Renovasi terakhir terjadi pada 1996 dengan menggunakan teknologi terbaru untuk memperkuat bangunan tersebut dari bencana. Menurut keyakinan Islam, ada beberapa nabi yang turut berpartisipasi dalam pembangunan Ka’bah. Mereka adalah Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Nabi Muhammad ﷺ.

Warna kiswah Ka’bah tidak selalu hitam

Kiswah adalah kain hitam yang menutupi Ka’bah. Tapi, tahukah Anda bahwa kain pelindung bangunan suci itu tidak selalu berwarna hitam seperti yang biasa kita saksikan sekarang? Tradisi menutupi Ka’bah dengan kiswah dimulai pada masa pemerintahan Bani Jurhum (salah satu suku tertua di Arab).

Kemudian, Nabi Muhammad ﷺ melapisi Ka’bah dengan kain putih dari Yaman. Sepeninggal Rasulullah, kain kiswah yang digunakan pada masa pemerintahan para khalifah Islam cukup variatif warnanya. Di antaranya adalah kiswah merah, hijau, dan putih.

 

Dan baru pada pemerintah Dinasti Abbasiyah memutuskan warna hitam sebagai kain penutup Ka’bah untuk mengakhiri perubahan warna kiswah yang terlalu sering itu. Sejak itulah, kiswah hitam terus digunakan untuk menutupi Ka’bah sampai sekarang.