Musik Melenakan Umat Islam

MENDENGARKAN MUSIK

Suara itu sudah menfitnah umat Islam, menjauhkan bahkan melupakan mereka dari al Quran, mengidolakan para penyanyi dan melupakan Rasulullah, mengikuti budaya dan kebiasaan buruk dan melupakan kebiasaan baik, penikmat lirik lagu melankolis bin cengeng dan melupakan pesan-pesan indah penggelora semangat, melemahkan hati dan menghancurkannya tanpa mampu berjuang menuju sukses, tidak punya kekuatan untuk berdiri bangkit dari kegagalan hidup. Musik adalah musibah terbesar pada abad ini. Menyita banyak waktu untuk hal-hal tak bermanfaat.

Sungguh amat keras peringatan Rasulullah kepada kita: “Sungguh, akan ada sekelompok manusia di kalangan umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan selain namannya, sambil ditabuhnya alat-alat musik di dekatnya, kemudian Allah menenggelamkan (sebagian) mereka ke bumi, dan sebagian lagi dikutuk menjadi kera dan babi.” (HR. Ibnu Majah)

Allah berfirman:

مَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاء وَتَصْدِيَةً فَذُوقُواْ الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. (QS. Al-Anfal : 35)

 

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Luqman : 6)

Yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” dalam ayat ini adalah lagu atau nyanyian sebagaimana pendapat sahabat Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.