Setan Dibelenggu, tapi Masih Banyak yang Maksiat di Bulan Ramadhan, Kenapa?

eramuslim.com – Dalam kajian Ustaz Adi Hidayat, komedian Bedu menanyakan alasan mengapa masih banyak orang yang malas beribadah di bulan Ramadhan meskipun setan telah terbelenggu.

Ustaz tersebut memetik sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa saat Ramadhan tiba, pintu-pintu Surga terbuka lebar, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci erat, serta setan-setan terbelenggu.

“Jika Ramadhan telah tiba, pintu-pintu Surga terbuka, kemudian ditutup pintu-pintu neraka, dikunci rapat, dan setan-setan dibelenggu,” kata Ustaz Adi Hidayat dikutip dari akun TikTok, Loadsatriawan Hijrah, Senin (3/4/2023).

“Orang menyimpulkan surga dibuka, neraka ditutup, setan dibelenggu, kok bisa Ramadhan setannya diikat tapi masih ada orang berperilaku seperti tergoda oleh setan. Maka bagaimana memahaminya?” sambungnya.

Menurut ulama hadis, pernyataan tersebut sebenarnya adalah kalimat kiasan. Adi Hidayat menjelaskan, pintu Surga dibuka karena saat Ramadhan, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan.

“Yang biasanya cuma salat fardhu sekarang juga salat sunah, yang biasa baca koran jadi baca Qur’an. Bahkan kalau buka Kitabussiyam Al Bukhari, itu pahala dilipatgandakan 10 kali lipat dari hari biasa,” Adi Hidayat menjelaskan.

Terbuka Pintu Surga karena Banyak Manusia Meningkatkan Amal Saleh

Karena tabungan pahala manusia meningkat, berarti peluang masuk Surga menjadi lebih besar. Maka, terbukalah pintu-pintu Surga, lalu Neraka tertutup karena banyak orang bertaubat di Bulan Suci.

“‘Ya Allah saya taubat, ampuni saya’. Maksiat ditinggalkan karena seakan-akan ketika maksiat ditinggalkan, neraka tertutup. Nah, kalau orang sudah enggak mau maksiat dan banyak beribadah, setan enggak punya peluang, mau menggoda susah,” tuturnya.

“(Kata setan) ‘Jangan salat, jangan salat, jangan salat’. ‘Ah saya mau salat, kamu siapa?’ Enggak akan digubris, karena itu setan seakan terikat,” ia menyambung penjelasan.

Setan Tetap Menggoda Orang yang Tak Mau Beramal Saleh

Tapi kata sang ustaz, jika di bulan suci seseorang tidak mau meningkatkan amal saleh dan tetap berbuat maksiat, maka akan mudah pula bagi setan menggodanya.

“Jadi, setan terikat itu bukan dalam pengertian diikat hakiki kata para ulama hadis, tapi karena banyak orang berbuat amal saleh dan taubat dari maksiat,” Ustaz Adi Hidayat mengakhiri.

 

 

(Liputan6)

Beri Komentar