free hit counters
 

Mukaddimah Fi Zhilal Quran (3)

Jika Anda hidup di bawah naungan Al-Qur’an, Anda pasti akan hidup tenang dan tentram sambil melihat tangan Allah dalam segala kejadian dan dalam segala urusan. Anda hidup dalam pangkuan Allah dan dan penjagaan-Nya sambil menikmati positifitas sifat-sifat-Nya dan perbuatan-Nya.

أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan…." (QS An-Naml : 62)

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

"Dan Dialah yang Berkuasa di atas hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Mengetahui" (QS Al-An’am : 18)

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

"… Dan Allah pasti menang atas segala urusan-Nya dan kebanyakan manusia tidak mengetahunya." (QS Yusif : 21)

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ

"Dan ketahuilah bawa sesungguhnhya Allah membatasi antara seseorang dengan hatinya…" (QS Al-Anfal : 24)

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

"Sesungguhnya Rab (Tuhan Pencipta)mu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki" (QS Hud : 107)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا () وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan siap ayang bertaqwa kepada Allah, pasti Dia jadikan baginya jalan keluar () dan Dia beri rezki dari arah yang tidak ia duga, dan siapa yang bertawakkal (berserah diri) kepada Allah maka pasti Dia mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS At-Thalaq : 2 – 3)

مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آَخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا

"Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya" (QS Hud : 56)

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ

"Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya. Dan mereka menakut-nakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah?.." (QS Az-Zumar : 36)

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ

"Siapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada seorangpun yang dapat memuliakannya…." (QS AL-Hajj : 18)

وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

"Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorangpun yang dapat memebrinya petunjuk…" (QS Arra’d : 33)

Sesungguhnya semesta ini tidaklah diatur oleh sistem-sitem bisu. Di sana ada sistem-sistem yang mengatur dan kehendak mutlak. Allahlah yang menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dan dipilih-Nya. Hidup dibawah nauangan Al-Qur’an mengajarkan Anda bahwa Tangan Allah setiap saat bekerja dengan cara-Nya yang unik. Tidak pantas bagi kita untuk minta dipercepat (isti’jal) dan tidak pula mengusulkan pada Allag akan sesuatu.

Sebab itu, Manhaj Ilahi (Konsep Allah) – sebagaimana jesal di bawah naungan Al-Qur’an- diciptakan untuk diterapkan dalam setiap lingkungan dan setiap marhalah (periode) dari marahalah-marhalah penciptaan manusia. Juga dari setiap kondisi kejiwaan mannusia. Manhaj Allah itu diciptakan untuk manusia yang hidup di atas bumi ini dengan mempertimbangkan fitrah, potensi, kesiapan, kekuatan dan kelemahannya, serta kondisinya yang selalu berubah.

Sesungguhnya Manhaj Allah itu tidak pernah berburuk sangka (engative thinking) terhadap manusia sehingga mengerdilkan peran mereka di atas bumi ini. Atau melecehkan nilai kemanusiaan dengan gambaran kehidupan yang buruk sebagai indivdu atau anggota jamaah (kelompk) manusia. Demikian juga, Manhaj Allah tidak membangun waham khayalan untuk mengangkat derajat mansia di atas derajat, kemampuan dan tugasnya yang telah diciptakan sejak pertama kali Allah menciptakan mereka. Dalam dua kondisi tersebut, Manhaj Allah juga tidak mengharuskan bahwa faktor-faktor pendukung fitrah manusia bisa bangkit hanya dengan sistem sederhana atau jatuh hanya disebabkan goresan pena.



Manusia adalah makhluk hidup dengan jati dirinya, fitrahnya, kecendrungannya dan kesiapannya mampu mengambil Manhaj Allah dengan tangannya agar dapat naik ke tingkat/ derajat kesempurnaan yang paling tinggi yang telah dietapkan untuk mereka berdasarkan penciptaan dan tugas yang dipikulkan atas mereka. Untuk itu, mereka harus menghormati jati diri, fitrah dan faktor-faktor pendukung lain yang menggiring mereka ke jalan kesempurnaan menuju Allah. Sebab itu, Manhaj Allah diciptakan untuk jangka panjang sesuai pengetahuan Zat Pencipta manusia itu sendiri dan yang menurunkan Al-Qur’an ini. Sebab itu pula tidak aka ada dalam Manhaj Allah itu “coba-coba” dan tidak ada pula yang bersifat tergesa-gesa dalam merealisasikan tujuan-tujuannya yang amat mulia.

Adapun Islam, maka ia amatlah mudah dan lentur bersama fitrah yang mendorongnya dari saru sisi dan menahannya dari sisi yang lain. Islam akan meluruskannya ketika ia mulai condong… Akan tetapi tidak dipatahkan dan dihancurkannya. Islam sangat sabar terhadap fitrah bagaikan sabarnya seorang arif yang melihat dengan mata hatinya dan yakin akan tujuan yang sudah digariskan. Hal-hal yang tidak selesai dalam jaulah (putaran perjalan) kali ini akan diselesaikan pada jaulah kedua, ketiga, atau kesepuluh, keseratus dan bahakan jaulah keseribu… Karena waktu itu masih terbuka… Tujuan amatlah jelas… Sedangkan jalan menuju tujuan yang besar itu sangatlah panjang… Itulah Islam yang tumbuh dan membesar secara perlahan, dengan cara yang mudah dan ketenagan… Kemudian wujudlah Islam itu seperti yang dikehndaki Allah…. Islam adalah Manhaj Allah di alam semesta ini

وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا

"Dan kamu tidak akan menemukan sunnah (sistem) Allah itu berganti" (QS Al-Ahzab : 62)

Tafsir Fi Zhilalil Qur'an Terbaru