Ibu Negara Dilarang Sewot

ani sbyKeterbukaan dunia informasi di zaman sekarang memang dinamis, setelah ngentrend dengan facebook, kita pun disuguhkan instagram, sebuah wahana untuk lebih leluasa menggunduh berbagi moment yang diabadaikan melalui tampilan gambar berupa foto, tentu saja semua kalangan masyarakat menjadi konsumen produktif, tak terkecuali ibu Ani Yudhoyono, rupanya ibu negara begitu ketagihan mengupload foto-foto pribadinya ke dunia maya, sebagai sarana menyalurkan hobi fotografinya bu Ani tak segan-segan menampilkan hasil jepretanya, namun setelah peristiwa yang pertama menggunduh foto cucunya Almira yang memancing perdebatan follower  prihal keasliaan foto tersebut, dan sekarang adalah komentar ibu Ani menyebut kata “bodoh” hal ini berawal dari presiden SBY melakukan kunjungan kerja Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. SBY yang didampingi seluruh anggota keluarganya tersebut sempat mampir di Pantai Klayar, Pacitan. Di pantai itu, SBY dan keluarga sempat berfoto mengenakan seragam  batik. Foto itu lantas diunggah sang istri, Ani Yudhoyono ke dalam instagram miliknya. Rupanya ada seorang pengguna akun instagram yang berkomentar kurang sedap mengritik SBY dan keluarga yang datang ke pantai dengan mengenakan batik. membuat bu Ani sewot dan berkomentar  “aniyudhoyono @erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai,” tulis Bu Ani dalam instagramnya.

Sungguh sangat disayangkan pernyataan di atas terlontar dari sang ibu negara kepada rakyatnya, seharusnya seorang ibu kepala negara tidak mudah terpancing dengan hal sepele seperti itu, padahal bu Ani dituntut bersikap dewasa dan bijak menanggapinya, sebuah konsekuensi wajar apabila di zaman sekarang orang mudah memberikan komentar baik itu positif maun pun negatif karena secara sadar dan sengaja kita memberikan ruang pribadi untuk  dikonsumsi publik apalagi sekelas ibu negara yang senantiasa menajdi sorotan rakyatnya sendiri, kalau tidak mau dikomentari berarti jangan mengunggahkan ke publik cukup untuk lingkungan keluarga saja. Terlebih kalau kita lihat foto keluarga bu Ani terlihat keceriaan yang begitu kuat bisa berkumpul bersama, hal ini memang sangat ironi dengan kondisi bangsa yang semakin terpuruk, baik dibidang maupun politik, carut marutnya keadaan bangsa yang sedang sakit karena ulah  para pemimpinnya bersikap tidak peduli dengan nasib rakyatnya, jadi wajar apabila ada lontaran sensitif seperti itu. Kita mengharapkan  sososk seorang ibu negara yang bersikap wibawa, santun dan tentunya menunjukan perannya sebagai pelayan rakyat, bukan seorang ibu negara yang hobi berfotografi dan bersikap terlalau reaktif, walaupun memang sah-sah saja beliau menyalurkan hobinya, namun bukan waktunya lagi para pemimpin kita untuk bersantai-santai masih banyak permasalah rakyat karena masih banyak masalah yang belum terpecahkan.

 

 

Anastasia

Ibu Rumahtangga

Alumni Pendidikan Bahasa Jerman UPI Bandung