Pers Rilis NAD soal Tulisan “Orang Ketiga Itu Bernama Aidit”

Kami sudah mengirim pesan ke media yang bersangkutan, dan memberi waktu 1 X 24 jam untuk menghapus tulisan yang dimaksud.

Bersama dengan press release ini, kami ingin menekankan bahwa:

1. Telah terjadi pelanggaran plagiasi terhadap tulisan Mbak Winarni Mulyono, dilakukan oleh pihak-pihak yang disebutkan di atas.

2. Konten tulisan adalah FIKSI, sehingga kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, meskipun tulisan tersebut didasarkan pada beberapa fakta sejarah. Genre fiksi dengan jelas sudah disematkan di awal tulisan berupa tagar.

3. Sebagai pihak penyelenggara perlombaan “30 Hari Menulis”, kami meminta semua pihak untuk menghapus tulisan-tulisan yang sudah diunggah, dan atau disebarluaskan, sebab kontennya tidak bisa dikatakan reliable sebagai fakta sejarah.

4. Kami menuntut media-media tersebut untuk menarik berita, menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi secara luas. Apabila tuntutan ini diabaikan, kami akan menempuh jalur hukum.

5. NAD adalah komunitas yang bertujuan mengembangkan dan mendukung dunia literasi, karena itu kami sangat peduli mengenai Hak Cipta Intelektual dan anti plagiasi.

Demikian press release ini kami tulis dengan sebenar-benarnya. Semoga semua pihak bisa memaklumi.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung Barat, 28 Juni 2020.

Atas nama admin NAD (Nulis Aja Dulu)
Irma Susanti
Diketahui admin-admin lainnya:
Agustine Melanie, Sissy Dwi Fidrianti, Indra Pratama, Innes Paramitha Bikaristi, Ridanty, Aat Ruhyat.

Melanie Agustine Brigitta Innes Sissy ‘uWie’ Fidrianti Tamz Martaatmaja Biru Samudera Ruhyat Hardadinata

** Silakan bagikan dan sebarkan, agar teman-teman Anda terhindar dari perilaku menyebar kabar hoaks**

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Kami

Kami, Redaksi Eramuslim, mengcopas artikel terkait di atas dari website www.konfrontasi.com semata-mata karena menurut kami artikel tersebut menarik dan tidak mengetahui jika website tersebut juga meng-copas dari link aslinya di FB NAD sebagai sumber aslinya.

Ketika redaksi menerima pemberitahuan dari NAD, maka redaksi segera menurunkan artikel tersebut sebagai respon atas kekhilafan yang tentunya tidak ada niat menyengaja. Demikian pers rilis dan permohonan maaf ini kami buat. Terima kasih. [Redaksi Eramuslim]