Selamatkan Perempuan dari Jeratan Kapitalisme

Disadari atau tidak Kapitalisme telah menjadikan perempuan sebagai mesin ekonomi. Dengan  jargon kesetaraan gender, membuat hak dan kewajiban kaum perempuan menjadi semu. Kesempatan lapangan pekerjaan yang lebih luas diberikan kepada perempuan dengan alasan mereka lebih teliti dan teratur dalam bekerja dengan upah yang diberikan relatif lebih murah sehingga bisa menguntungkan para pengusaha. Selain itu, perempuan dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka  terpaksa bekerja  mencari nafkah untuk keluarga bahkan membuat mereka harus meninggalkan rumah sampai bertahun-tahun lamanya.

Bayangkan 79,6 % dari TKI yang bekerja di luar negeri  adalah tenaga kerja dari kaum wanita (TKW), mulai dari wanita di bawah umur hingga seorang Ibu yang harus rela meninggalkan perannya sebagai Istri dan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Wajar bila generasi yang terlahir saat ini adalah generasi yang jauh dari kata berkualitas. Penanaman aqidah, syariah, dan akhlak kepada anak-anak mereka satu per satu terkikis oleh kondisi lingkungan yang liberal-sekuler.

Saat bekerja pun kaum perempuan tidak mendapatkan jaminan keamanan, mereka rentan dengan berbagai penganiayaan, pelecehan, penyiksaan, bahkan pembunuhan. Sistem Kapitalisme membuat wanita jauh dari rasa aman dan sejahtera. Posisi yang ditetapkan Islam yang seharusnya berada di pundak laki-laki dipaksa beralih ke pundak perempuan. Kondisi ini terjadi karena Islam tidak diterapkan dalam kehidupan.

Maka, solusi mendasar dari semua persoalan yang menimpa perempuan saat ini adalah dengan mencampakkan sistem Kapitalisme yang telah terbukti kerusakannya dan kembali kepada sistem Islam yang berasal  dari Sang Kholiq, Zat Yang Maha Sempurna. Saatnya perempuan kembali kepada fitrahnya yakni kepada Islam. Islam tidak pernah mengebiri potensi dan peran perempuan. Justru Islam mengatur, menjaga, bahkan tidak hanya mempersiapkan kaum perempuan menjadi Ibu yang berkualitas namun juga mempersiapkan kaum perempuan agar mampu menjalankan berbagai fungsi publik yang telah disyariatkan Islam baginya. Mulai menjadi seorang guru, bidan, dokter, perawat, bahkan menjadi anggota parpol, serta berbagai keahlian lainnya yang selaras dengan fitrahnya. Dalam pelaksanaannya pun Islam akan memberikan jaminan keamanan pada kaum perempuan baik muslim maupun non muslim.

 

Mastufah S.Kom
Jl Cibarengkok bandung