Kisah Komandan TNI Tangkap Peluru Yang Ditembakkan Dari Dekat

Lazimnya para Perwira Remaja, Djoko ditempatkan sebagai Komandan Peleton yang terdiri atas tiga regu, tapi kali ini Djoko hanya memimpin 10 orang (satuan setingkat regu). Lama penugasannya dari Februari 1971 hingga Oktober 1971 dengan hasil nihil.

Peran Djoko dimulai saat bertugas di Kampung Sungkung Pol. Diketahui ada sejumlah penduduk yang bekerja sama dengan musuh atau paling tidak mereka bersimpati kepada PGRS/Paraku. Agar musuh takut dan rakyat mau membantu TNI, Djoko merancang sebuah drama satu babak di mana salah satu pemainnya adalah Pratu Situmorang, anak buahnya sendiri.

Pratu Situmorang pura-pura marah dan mengamuk sambil mengarahkan senjatanya dan menembak ke arah Djoko. Melihat kejadian ini, anggota lainnya serta rakyat kaget.

Dor! senjata meletus. Namun yang luar biasa, Djoko malah berjalan mendekati Situmorang.

Set! Dia malah menangkis. Dan ajaibnya bisa menangkap proyektil peluru yang ditembakkan anak buahnya.

Djoko kemudian berkali-kali menampar Situmorang. Setelah itu, memerintahkan anggotanya untuk mengikat Situmorang di bawah pohon sampai sadar.

Aksi drama Djoko membuat rakyat terkagum-kagum. Dan sejak saat itu, banyak Apai-apai (tokoh masyarakat) datang membawa pulut (ketan), telor, sayuran maupun ayam. Maksud pemberian ini adalah agar mereka diajari ilmu menangkap peluru. Djoko kemudian menjawab, Boleh, tetapi tunggu ilmu saya sempurna dulu.

Kok bisa Letnan Djoko sampai bisa menangkap peluru? Kesaktian apa yang dimilikinya?

Nah sebenarnya, penangkapan proyektil peluru yang ditembakkan oleh Pratu Situmorang hanya sebuah drama. Beberapa butir selongsong peluru tajam yang sudah dilepaskan proyektilnya dan ditutupi karton berlilin sudah dipegang terlebih dahulu tanpa warga tahu. Maka terciptalah peluru hampa yang ditembakkan Situmorang, sedangkan proyektilnya dikantongi Djoko dan dipamerkan sebagai hasil tangkapan tangannya.

Karena itu enteng saja Djoko seolah menangkap peluru. Intinya bukan kesaktian, tapi kecerdikan perwira muda ini.

Drama itu membuahkan hasil. Rakyat jadi patuh pasukan TNI dan tidak bersimpati pada PGRS. (kl/merdeka)


BEST SELLER BUKU PEKAN INI, INGIN PESAN? SILAHKAN KLIK LINK INI :

https://m.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-diponegoro-1825-pre-order-sgera-pesan.htm