free hit counters
 

Rahasia Simbol dalam Bangunan Publik (6-Habis)

Apa yang disebut sebagai Freemasonry memiliki akar sejarah yang panjang. Pada awal mula, kaum Mason adalah sebutan bagi para tukang batu, para pekerja keras, yang hidup di Skotlandia sebelum abad ke-14 Masehi. Mereka terdiri dari para ahli bangunan, tukang ukur, dan sebagainya. Kaum Mason mengalami perubahan besar setelah dimasuki dan kemudian dikuasai para pelarian Ksatria Templar yang kemudian mengubah namanya menjadi Freemason.

Kisahnya bermula dari kekalahan Ksatria Templar dalam Palahan Hattin melawan pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Shalahudin Al-Ayyubi. Ordo militer elit pasukan salib ini berhasil ditaklukkan dan Yerusalem pun akhirnya berhasil dibebaskan Shalahudin. Ini terjadi pada akhir abad ke-12 Masehi. Dari Yerusalem, Templar berkumpul di Perancis. Karena sikapnya yang tidak disukai banyak bangsawan Eropa dan juga Gereja, Templar akhirnya dibasmi dari seluruh Eropa lewat penyerangan gabungan pasukan Perancis yang dipimpin King Philip Le Bel dan pasukan Gereja pimpinan Paus Clement V. Serangan ini diawali tepat pada tanggal 13 Oktober 1307.

Menghadapi pasukan gabungan Eropa yang sedemikian besar, tidak ada alasan lagi bagi Templar yang sudah lama tidak berperang selain berlari menyelamatkan diri. Satu-satunya wilayah kerajaan di Eropa yang sedang tidak berada di bawah kekuasaan Gereja adalah Skotlandia. Sebab itu, wilayah yang saat itu dipimpin oleh King Robert de Bruce menjadi alternatif utama sebagai tempat persembunyian pelarian Templar.

Selain Skotlandia, beberapa wilayah lainnya juga diketahui menjadi tempat persembunyian mereka. Tentu saja, hal ini bisa dilakukan dengan menanggalkan jubah lama mereka dan memakai jubah yang baru. Mereka yang bersembunyi ke Malta mengubah diri menjadi Knight Of Rhodes atau Ksatria Malta; sedangkan yang ke Bavaria menjadi Knights of Teutonic; yang ke Italia, Portugis, serta Spanyol, menjadi Knights of Christ.

Di Skotlandia, konsentrasi pelarian Templar ini awalnya bersembunyi di gilda-gilda atau rumah-rumah besar tempat berkumpulnya para tukang batu (Mason) Skotlandia. Namun dalam waktu cepat mereka bisa menguasai para tukang batu ini dan menjadi pemimpin yang kemudian mengubah secara drastis perserikatan tersebut. Yang tadinya hanya perserikatan tukang batu, pekerja, insinyur, dan para arsitek, oleh mereka diubah menjadi persaudaraan rahasia yang memelihara keyakinan okultis yang berkeyakinan jika mereka merupakan orang-orang terpilih yang menyandang gelas The Architect of Universe.

Sebagai alat komunikasi, mereka antara lain menyisipkan berbagai simbolnya ke dalam berbagai rancangan gedung, monumen, menara, kota, dan sebagainya. Mereka sangat percaya jika semua simbolisme itu memiliki kekuatan supranatural bagi mereka sendiri.

Selain itu, persaudaraan Mason Bebas ini juga menjalin kembali komunikasi dengan saudara-saudara mereka seperti Illuminaty, Rosicrusian, dan sebagainya, di mana keluarga-keluarga Yahudi dunia seperti Rothschild dan Rockefeller berkuasa.

Mereka bukan Kristen, bukan Islam, dan bukan pemeluk agama-agama lainnya seperti yang lazim di kenal dunia. Mereka adalah pemeluk dari keyakinan esoteris, yang bersumber pada pemujaan paganisme Dewa Matahari yang dinamakan mereka sebagai Lucifer, Sang Pembawa Cahaya. Mereka terus bekerja selama berabad-abad, dari generasi ke generasi dengan sangat rapi, demi menciptakan dunia yang sepenuhnya dikuasai mereka.

Walau sangat terasa, namun eksistensi mereka sangat sulit untuk bisa diidentifikasi keseluruhannya. Dari simbol-simbol yang ada diberbagai bangunan dan kota dunialah, kita bisa mengetahui jika mereka masih ada, masih bekerja, dan masih menghegemoni. Banyak yang tidak percaya dan menganggap jika semua ini hanyalah masa lalu, orang yang kurang kerjaan, dan sama sekali tidak membawa manfaat ke depan. Namun ketahuilah, salah satu kekuatan utama mereka sesungguhnya terletak pada kesungguhan mereka memelihara tradisi dan sejarah mereka sendiri.



Struktur bangunan Pemerintahan Kabupaten Cikarang yang berbentuk Pentagon, Bundaran Air Mancur Hotel Indonesia yang berbentuk Mata Horus, pusat wilayah elit Menteng di Jakarta yang menyerupai kepala Baphomet, simbol-simbol angka 13 yang disusupkan ke berbagai struktur bangunan Museum Fatahillah alias Stadhuis, dan juga struktur bangunan dunia seperti Gedung Uni Eropa di Brussels yang secara jelas mengambil bentuk Menara Babel, semuanya dibangun oleh mereka.

Suatu waktu, terbit sebuah poster resmi dari Gedung Uni Eropa yang entah dengan maksud apa menyandingkan gambar gedung Uni Eropa ini dengan Menara Babel dengan slogan-slogan yang sangat kental dengan suasana di era Nimrodz.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan antara lain: Pertama, kita telah dikonfirm jika bangunan Louise Weiss (Gedung Uni Eropa) benar-benar terinspirasi oleh Menara Babel. Poster diciptakan kembali tepat seperti lukisan Pieter Bruegel tentang Menara Babel. Kedua, slogan: “Eropa: Banyak Lidah Satu Suara” merujuk kepada Allah yang membingungkan masyarakat dengan banyak bahasa. Parlemen efektif akan membalikkan hukuman Tuhan untuk mengajarkan pelajaran tentang penyembahan berhala dan arogansi. Ketiga, lihatlah lebih dekat bintang-bintang di bagian atas. Apakah mereka terlihat aneh? Mereka berbentuk simbol pentagram terbalik alias merujuk pada simbol kepala Baphomet, si kambing setan. Ini mengartikan jika Uni Eropa berjalan di bawah hukum-hukum kegelapan.

Uni Eropa sekarang “menyatukan” 27 negara. Jumlah ini bisa saja akan bertambah. Amerika Serikat dan Kanada pun akan bersatu. Perserikatan-perserikatan regional pun telah terbentuk. Dan dari kesemuanya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (League of Nation) berada di puncak paling atas dimana segelintir negara besar menjadi pimpinan dari organisasi super state ini. Semuanya berjalan dengan pasti menuju satu titik tujuan akhir: Tatanan Satu Dunia yang populer disebut sebagai “The New World Order”. Kita berada di dalam proses akhir pembentukan ini. [Tamat/rz]

Tahukah Anda Terbaru