Wapres: Perbankan Syariah Belum Dimanfaatkan Masyarakat, Pertumbuhannya Masih Rendah
Pertumbuhan perbankan syariah Indonesia masih rendah, hal tersebut terlihat dari salah satu indikasi belum banyak masyarakat yang memanfatkannya. Wakil Presiden (Wapres) M. Jusuf Kalla pada acara pembukaan Semiloka Mahasiswa dan Kongres ke-7 Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia (Formasi) di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (16/4)
"Belum banyak masyarakat yang memanfaatkan bank syariah, yakni baru dua hingga tiga persen, " katanya.
Menurutnya, pangsa pasar untuk pertumbuhan bank syariah di Indonesia cukup besar namun petumbuhannya masih sangat kecil. Padahal, investasi di sektor perbankan syariah dapat menjadi alternatif pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Wapres mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan harus ada kepercayaan yang kuat antara bank dan nasabah. "Jika bank untung atau rugi, maka dia harus memberikan hak nasabahnya sesuai kondisi yang dihadapi saat itu. Demikian juga nasabah, harus seratus persen percaya pada bank untuk menyimpan keuangannya, " ujar Kalla.
Selain kepercayaan yang tinggi antara kedua pihak, lanjutnya, perlu ada pemahaman yang benar dan mendalam tentang ekonomi atau perbankan syariah, sehingga pelaksanaannya benar-benar dapat memberikan keadilan dan kemaslahatan umat.
Yang terpenting, Keadilan perlu ditegakkan dalam pelaksanaan ekonomi syariah, mengingat kekayaan yang dimiliki adalah titipan Allah SWT.
"Namun, keadilan itu masih sangat sulit ditegakkan. Lihatlah, negara yang paling kaya di dunia adalah negara-negara Islam, karena sumber-sumber minyaknya, seperti Qatar, Kuwait. Tetapi, negara yang paling miskin juga Islam, seperti Bangladesh, Somalia dan sebagainya, " ungkapnya.
Jika berpegang teguh pada syariah, Wapres mengemukakan, maka seharusnya ada tranfers dana dari kegiatan ekonomi dari negara-negara kaya kepada negara-negara miskin.
"Namun, kenyataannya justru negara-negara miskin itu memberikan `dana`nya kepada negara-negara kaya untuk membeli minyak mentah dunia yang kini harganya makin tinggi, " imbuhnya.
Kalla menambahkan, hasil penjualan minyak mentah dunia, yang kini harganya berkisar 114 dolar AS per barel, justru digunakan untuk membeli senjata dan kemewahan.
Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan, peningkatan pangsa pasar bank syariah 1, 7 persen dari total aset bank konvensional menjadi 5 persen pada akhir 2008. (novel/ant)
Lainnya (Arsip)
- Tidak Ada Negosiasi untuk Ahmadiyah, SKB Harus Diterbikan
Rabu, 16/04/2008 18:53 WIB - MUI: Adili Pimpinan Ahmadiyah!
Rabu, 16/04/2008 18:53 WIB - Bakorpakem Putuskan Ahmadiyah Tetap Menyimpang
Rabu, 16/04/2008 17:31 WIB - KPI Peringatkan "Mamamia Show" Karena Mengganggu Waktu Maghrib
Rabu, 16/04/2008 05:40 WIB - Depkominfo Sebar Piranti Lunak Antiporno ke Sekolah
Selasa, 15/04/2008 19:41 WIB
Berita Nasional
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



