Di Gaza, Tukang Cukur Rambut Pria Tak Memotong Rambut Wanita

Jumat, 05/03/2010 07:40 WIB | Arsip | Cetak

Memang begitulah seharusnya dalam Islam. Di Gaza, Hamas mengeluarkan larangan kepada para tukang cukur rambut pria untuk memotong rambut wanita di salonnya. Larangan ini berlaku sejak Kamis (4/3) kemarin dan sebagai upaya kampanye terbaru dalam melaksanakan syariat Islam.

Sejak menguasai Gaza pada 2007, Hamas telah mengambil langkah-langkah ke arah itu. Lebih karena itu, mayoritas penduduk Gaza adalah konservatif Muslim.

Tradisi Islam melarang wanita menunjukkan rambut mereka kepada laki-laki yang bukan suami atau kerabat.

Toh, larangan itu bukannya tanpa alternatif. Mohammed Fares, seorang pemilik salon yang mempekerjakan hanya perempuan, merupakan salon pertama bagi perempuan sudah muncul di Gaza sejak tahun 1950.

Fares mengatakan Hamas menghilangkan salah satu dari sisa-sisa terakhir gaya hidup liberal di Gaza yang berkembang sejak dekade yang lalu. Sebelumnya, Gaza sudah steril dari bioskop dan bar.

Namun, Hamas juga peka terhadap opini publik, dan sebagai respons terhadap kritik itu, Hamas memperbolehkan pengacara perempuan berjilbab terlibat di pengadilan. Bukti bahwa Islam selalu mengakomodasi kepentingan perempuan.

Memang ada juga beberapa suara sumbang dari penata rambut di Gaza. Mereka mengatakan bahwa larangan itu akan mempersempit rejeki mereka. Namun jumlahnya tidak sedikit. Padahal, ketika kita melaksanakan syraiat Islam, mana ada Allah swt jadi mengecilkan rejekiNya yang diberikan kepada hambanya yang bertaqwa? (sa/ynet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…



Peluang