Israel Membebaskan 9 Anggota Parlemen Palestina

Kamis, 03/09/2009 12:28 WIB | Arsip | Cetak

Rezim apartheid Israel membebaskan 9 anggaota parlemen Hamas, sesudah mereka mendekam dalam penjara. Mereka yang dibebaskan, antara lain, Khaled Sulaeman, Khaled Yahya, Ibrahim Dahbour dari Jenin, Riyadh Raddad dari Tulkarm, Imad Nofal dari Qalqilya, Nasser Abdul Jawwad dari Salfist, Yasser Mansour dan Hasan al-Burini dari Nablus, dan Muhammed Abu Juheisha dari al-Khalil.

Para anggota parlemen Hamas itu, tiba di bagian barat Hebron, dan mendapatkan sambutan hangat dari famili, handaitaulan, teman-teman, serta para kerabat. Para anggota kelompok Hamas yang ada di Hebron lalu menggelar acara penyambutan dan syukuran dengan mengadakan acara iftar (buka puasa) bersama, ini merupakan pengungkapan rasa syukur mereka atas pembebasan para anggota parlemen itu. Dan, Hebron merupakan wilayah di Tepi Barat, yang menjadi pusat kekuatan Hamas.

Dengan dibebaskan 9 anggota perlemen Hamas itu, maka berkurang dari 23 anggota parlemen yang ditahan penjara Israel, sisanya tinggal 16 orang, yang akan menjalani pengadilan militer Israel. Sementara itu, Lembaga Hak-Hak Asasi Internasional, menilai pengadilan militer itu hanyalah stempel “rubber stamp’ bagi pemerintah Israel,yang terus melakukan tindakan represif terhadap para aktivis Hamas, termasuk anggota parlemen.

Nampaknya, pemerintah Israel yang dibawah pemerintahan Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Bunyamin Netanyahu menggunakan para tawanan anggota parlemen Hamas yang dijadikan ‘kartu’ untuk menekan pemerintahan Hamas agar bersedia melakukan negosiasi bagi pembebasan Kopral Gilad Shalid, yang sampai sekarang berada di tangan para pejuang Hamas.

Israel sebuah rezim apartheid yang melakukan tindakan apartheid terhadap penduduk Palestina, dan pengusiran secara paksa di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem, yang sedang dibangun pemukiman baru bagi warga Israel. Tindakan rezim Zionis ini juga termasuk memaksa seluruh warga Palestina agar menyanyikan lagu kebangsaan Israel di sekolah-sekolah. Ini langkah dalam rangka melakukan yahudisasi terhadap seluruh penduduk Arab-Palestina, yang sekarang ini dijajah Israel. (m/pic)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Berita Palestina

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang