Penjara Israel, Kucing pun Dianggap "Teroris" Berbahaya
.jpg)
Membuat para tahanan Palestina menderita dan sengsara sepertinya tidak cukup bagi para pengelola penjara Israel. Pengelola penjara Israel di Negev bahkan tidak senang melihat para tahanan Palestina itu berteman baik dengan kucing. Untuk itu. pihak penjara memberlakukan aturan untuk membuang bahkan menghukum kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara itu.
Beberapa tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel di Negev memelihara dan memberi makan kucing-kucing liar yang masuk ke dalam kompleks penjara, meski para tahanan itu sendiri tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup dari aparat penjara. Kucing-kucing itu ibarat teman bagi para tahanan Palestina dan ternyata hal itu membuat pengelola penjara tidak senang.
Mereka menuding kucing-kucing tersebut telah memberikan "bantuan" bagi para tahanan Palestina dengan membawakan makanan atau benda-benda kecil dari satu sel ke sel lain, sehingga aparat penjara memutuskan untuk memberlakukan larangan memelihara kucing dan menghukum kucing-kucing peliharaan tahanan Palestina dengan menjebloskan hewan tak berdosa itu ke dalam sel isolasi selama beberapa hari.
Tindakan aparat penjara Israel di Negev mungkin berlebihan. Tapi tujuan para Zionis itu sebenarnya adalah ingin melemahkan mental warga Palestina yang mereka tawan, mengisolasi mereka dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang membuat para tahanan Palestina itu tersenyum meski cuma bercengkerama dengan seekor kucing. (ln/IMEMC)
Lainnya (Arsip)
- 2.000 Warga Palestina Diundang Berhaji Oleh Kerajaan Saudi
Kamis, 19/11/2009 10:55 WIB - Pemukiman Ilegal di Tepi Barat Laris Manis di Beli Yahudi AS
Rabu, 18/11/2009 11:05 WIB - Israel: Kami Tak Ingin Damai dan Negara Palestina!
Selasa, 17/11/2009 13:14 WIB - Di Penjara-Penjara Israel, Mereka Dijadikan Kelinci Percobaan
Selasa, 17/11/2009 11:01 WIB - Hamas Menolak Deklarasi Negara Palestina
Selasa, 17/11/2009 09:43 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




