Taat dalam Fikih Politik Hasan Al-Banna

Buku: Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna.

Penulis: Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris.

***

Ustadz Imam Hasan Al-Banna sangat meyakini bahwa memulai proses untuk menapaki kehidupan Islamy dan terwujudnya eksistensi politik umat Islam tidak akan terealisasi kecuali lewat sarana sebuah organisasi yang terkoordinir dengan visi, misi, metode, konsep dan fase-fase yang gamblang dalam aspek pendidikan, hukum, ekonomi serta aspek-aspek kehidupan lain. Berangkat dari keyakinan tersebut, Beliau dengan segelintir ikhwah lain mendirikan jamaah Ikhwanul Muslimin yang telah tumbuh dan berkembang pesat serta mendapat tempat di hati sanubari umat yang paling dalam.

Alasan yang melatarbelakangi Beliau dan beberapa ikhwah lain dalam mendirikan jamaah Ikhwan teradopsi dari pemahaman Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah SHALLALLAAHU ALAIHI WASALLAM. Adapun yang bersumber dari Al-Qur’an ialah firman Allah dalam Qur’an surah Ali Imran 110:

(كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ) [آل عمران: 110]

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Dan QS. Ali Imran 104:

(وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِاْلمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ) [آل عمران: 104]

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

Imam Hasan Al-Banna menganggap ketaatan dan loyalitas seorang anggota terhadap pimpinannya sebagai salah satu rukun bai’at. (Beliau memaknai taat ibarat pelaksanaan semua perintah dengan sesegera mungkin dalam segala kondisi baik senang, susah, sukarela maupun sedikit terpaksa).

Beliau melanjutkan bahwa taat pun terbagi pada beberapa klasifikasi yang diukur dari sejauhmana tahapan pengkaderan seorang akh. Adapun tahapan-tahapan tersebut terdiri dari: ta’rif (fase pengenalan), takwin (fase pengkaderan), dan tanfidz (fase amal).

Dalam fase ta’rif, yaitu mereka yang telah mengenal, menyatakan dukungan serta telah merasa akrab dengan gerakan Ikhwan, maka dalam fase ini loyalitas yang dituntut bukanlah loyalitas penuh, karena dengan mereka menghormati aturan-aturan pokok keorganisasian Ikhwanul Muslimin bagi mereka itu sudah cukup.

Sedangkan dalam fase takwin, yaitu ketika telah sampai pada tahapan penyempurnaan berbagai unsur terkait dengan keorganisasian dan telah diamanahkan tugas-tugas dakwah. Maka dalam hal ini loyalitas ditunaikan dengan cara menjalankan dan menerapkan semua tugas dakwah tanpa ada keraguan, tanpa perlu peninjauan ulang dan merasa berat dalam menjalankan. Sehingga dalam tahapan ini sangat dituntut loyalitas penuh.

Adapun jika telah sampai pada fase tanfidz, ketika seorang akh telah berkecimpung secara langsung dalam tugas-tugas dakwah ataupun jihad ‘amaly sehingga loyalitas yang dibutuhkan adalah loyalitas total yang menuntut kerja yang berkesinambungan demi menggapai cita-cita .

Bai’at ibarat kontrak politik antara pemimpin dan yang dipimpin berupa sumpah setia untuk loyal terhadap pimpinan dalam segala kondisi senang, susah, sukarela maupun sedikit terpaksa serta menyerahkan seutuhnya urusan kepemimpinan jamaah terhadapnya

Kamis, 02/07/2009 15:04 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Adiwarman: Pertumbuhan Bank Syariah Akan Cepat pada 2010

Pengamat dan konsultan bisnis syariah terkemuka Indonesia, Adiwarman Karim, berani memproyeksi angka Rp101,1 triliun total aset perbankan syariah di 2010. Perhitungan itu hasil dari pertimbangan modal dan data historis pertumbuhan bank-bank syariah baru di 2010.

Kesejahteraan, Tujuan dari Perbankan Syariah

Ibarat rumah, perbankan syariah memiliki pondasi, pilar dan atap. Pondasi inilah yang menjadi dasar pembangunan bank syariah. Pembangunan pondasi harus kuat karena pondasi yang rapuh akan membuat bangunan perbankan syariah ikut rapuh.

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Jika Terdesak Doraemon Baru Muncul

Bill menuai sukses di bisnisnya saat menjual program DOS kepada IBM. Ajaibnya saat Bill menawarkan program DOS ke IBM, BIll bersama rekannya, Paul dan Steve sama sekali belum memiliki program itu dan lebih gilanya lagi..

 
 
 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Fikih Siyasi
Arsip   RSS
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login