Taat dalam Fikih Politik Hasan Al-Banna

Kamis, 02/07/2009 15:04 WIB | Arsip | Cetak

Buku: Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna.

Penulis: Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris.

***

Ustadz Imam Hasan Al-Banna sangat meyakini bahwa memulai proses untuk menapaki kehidupan Islamy dan terwujudnya eksistensi politik umat Islam tidak akan terealisasi kecuali lewat sarana sebuah organisasi yang terkoordinir dengan visi, misi, metode, konsep dan fase-fase yang gamblang dalam aspek pendidikan, hukum, ekonomi serta aspek-aspek kehidupan lain. Berangkat dari keyakinan tersebut, Beliau dengan segelintir ikhwah lain mendirikan jamaah Ikhwanul Muslimin yang telah tumbuh dan berkembang pesat serta mendapat tempat di hati sanubari umat yang paling dalam.

Alasan yang melatarbelakangi Beliau dan beberapa ikhwah lain dalam mendirikan jamaah Ikhwan teradopsi dari pemahaman Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah SHALLALLAAHU ALAIHI WASALLAM. Adapun yang bersumber dari Al-Qur’an ialah firman Allah dalam Qur’an surah Ali Imran 110:

(كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ) [آل عمران: 110]

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Dan QS. Ali Imran 104:

(وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِاْلمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ) [آل عمران: 104]

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

Imam Hasan Al-Banna menganggap ketaatan dan loyalitas seorang anggota terhadap pimpinannya sebagai salah satu rukun bai’at. (Beliau memaknai taat ibarat pelaksanaan semua perintah dengan sesegera mungkin dalam segala kondisi baik senang, susah, sukarela maupun sedikit terpaksa).

Beliau melanjutkan bahwa taat pun terbagi pada beberapa klasifikasi yang diukur dari sejauhmana tahapan pengkaderan seorang akh. Adapun tahapan-tahapan tersebut terdiri dari: ta’rif (fase pengenalan), takwin (fase pengkaderan), dan tanfidz (fase amal).

Dalam fase ta’rif, yaitu mereka yang telah mengenal, menyatakan dukungan serta telah merasa akrab dengan gerakan Ikhwan, maka dalam fase ini loyalitas yang dituntut bukanlah loyalitas penuh, karena dengan mereka menghormati aturan-aturan pokok keorganisasian Ikhwanul Muslimin bagi mereka itu sudah cukup.

Sedangkan dalam fase takwin, yaitu ketika telah sampai pada tahapan penyempurnaan berbagai unsur terkait dengan keorganisasian dan telah diamanahkan tugas-tugas dakwah. Maka dalam hal ini loyalitas ditunaikan dengan cara menjalankan dan menerapkan semua tugas dakwah tanpa ada keraguan, tanpa perlu peninjauan ulang dan merasa berat dalam menjalankan. Sehingga dalam tahapan ini sangat dituntut loyalitas penuh.

Adapun jika telah sampai pada fase tanfidz, ketika seorang akh telah berkecimpung secara langsung dalam tugas-tugas dakwah ataupun jihad ‘amaly sehingga loyalitas yang dibutuhkan adalah loyalitas total yang menuntut kerja yang berkesinambungan demi menggapai cita-cita .

Bai’at ibarat kontrak politik antara pemimpin dan yang dipimpin berupa sumpah setia untuk loyal terhadap pimpinan dalam segala kondisi senang, susah, sukarela maupun sedikit terpaksa serta menyerahkan seutuhnya urusan kepemimpinan jamaah terhadapnya

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Fikih Siyasi

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang