Ramadhan Paling Memilukan, 2.2 Juta Muslim Gaza Terancam Mati Kelaparan


Ust. Fathuddin Ja’far

Bagi kaum Mukmin di seluruh dunia, Ramadhan tahun ini, 1445 H, paling memilukan, menyakitkan dan memprihatinkan.

Betapa tidak? 2.2 juta umat Islam Gaza, Palestina sedang terancam mati kelaparan. Penyebabnya bukan kerena ditimpa musibah pandemi? Melainkan karena kejahatan bangsa Yahudi yang menjajah Palestina sejak 1948 dan bekerjasama dengan pemimpin-pemimpin negeri Muslim di sekitarnya, khususnya Mesir dan Jordania, plus negeri-negeri Arab dan Muslim lainnya.

Sejak peristiwa *Badai Aqsha* 7 Oktober tahun lalu, Yahudi Israel melakukan pemusnahan etnis (genosida) masyarakat  Gaza yang berjumlah sekitar 2,2 juta.

Bukan saja rumah, masjid, sekolah, rumah sakit dan semua infrasturktur kota Gaza dihancurkan? Tapi target Yahudi Israel *laknatullah* sebenarnya mengusir 2,2 juta penduduk Gaza ke Mesir atau Jordania.

Kalau tidak berhasil karena penolakan Mesir dan Jordania, maka satu-satunya jalan bagi Yahudi Israel adalah membunuh semua penduduk Gaza yang telah memerdekakan Gaza lewat Hamas khususnya tahun 2007 dari penjajahan Yahudi.

Adapun caranya ialah dengan membombardir terus menerus semua wilayah Gaza, termasuk wilayah Rafah yang berbatas dengan Mesir dan menutup semua perbatasan dengan Mesir, Suriah dan Jordania.

Kenapa biasa terjadi? Karena para pemimpin negeri-negeri tersebut, termasuk para pemimpin negeri Arab lainnya sudah menjadi loyalis-loyalis zionis sejak Inggris dan Perancis menjajah negeri-negeri tesebut.

*Akar Masalah*
Kita semua tau bahwa biang keroknya adalah Inggris dan Perancis yang menjajah Palestina dan negeri-negeri Arab lainnya sejak 1918.

Selama hampir 20 tahun berikutnya, Inggris memasukkan ratusan ribu orang Yahudi yang tersebar di berbgai negara Eropa ke Palestina.

Setelah jumlah mereka cukup banyak, pada 1947, PBB mengeluarkan resolusi pembagian tanah Palestina yang seluas 27,009km itu. 60% lebih untuk Yahudi, 1% (Al-Quds) status quo di bawah kendali PBB dan sisanya untuk masyarakat pribumi Palestina. *Sungguh keputusan zalim penjajah*.

Setahun kemudian, atas restu Inggris, Perancis, Amerika, PBB dan lainnya,  Yahudi mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Bahkan sampai 1967, Yahudi sudah menguasai 80% tanah Palestina dengan berbagai cara kekerasan dan kejahatan.

Ironinya, semua kejahatan demi kejahatan Yahudi tesebut terjadi di hadapan mata PBB dan atas dukungan Inggris, Perancis, Amerika dan penguasa-penguasa negeri Arab dan Muslim lainnya.

Buktinya, puluhan resolusi PBB terkait protes terhadap kejahatan-kejahatan Yahudi itu tidak satupun digubris dan direalisasikan. Termasuk yang dikeluarkan setelah peristiwa *Badai Al-Aqsa* 7 Oktober tahun lalu.

Artinya, PBB, Inggris, Perancis, Amerika dan lainnya bersekongkol menjajah Palestina dan membunuh serta mengusir rakyat Palestina dari negeri nenek moyang mereka.

 

Beri Komentar