Menuju Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Profesional

Pada hari Sabtu 14 Februari 2009 Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Malaysia telah melaksanakan Rapat Tahunan, bertempat di Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap kinerja UPZ Malaysia selama tahun 2008 lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Dubes RI Tatang B Razak, Staf Ahli BAZNAS Pusat Aries Mufti, dan sejumlah perwakilan masyarakat, baik kalangan ekspatriat, pelajar, TKI, dan lain-lain.

Dalam kesempatan itu, Wakil Dubes Tatang B Razak menyampaikan penghargaannya atas upaya UPZ Malaysia selama ini dalam membantu WNI yang memerlukan, seperti TKW yang berada di tempat penampungan (shelter) KBRI. Beliau berharap agar UPZ dapat meningkatkan perannya di masa yang akan datang mengingat masih banyak warga masyarakat Indonesia di Malaysia yang belum terjangkau oleh UPZ.

Sementara itu, Staf Ahli BAZNAS Aries Mufti menegaskan bahwa zakat merupakan senjata ampuh dalam mengatasi krisis ekonomi, termasuk dalam mengerem perilaku konsumtif masyarakat. Ia membandingkan data, sebagai contoh, bahwa di tahun 2006 saja, turis Indonesia merupakan turis yang paling banyak membelanjakan uang di Singapura dibandingkan dengan turis negara lainnya. Padahal pada saat yang sama, pengeluaran masyarakat untuk zakat, infak dan sedekah masih kurang dari Rp 20 ribu jika diamil rata-rata. Ini merupakan tantangan bagi BAZNAS dan komunitas zakat untuk meningkatkan sosialisasi agar tumbuh kesadaran masyarakat untuk mau berzakat.

Sejak UPZ Malaysia ini diresmikan oleh Ketua Umum BAZNAS Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, MSc pada tanggal 20 Mei 2007, maka UPZ ini telah melakukan penghimpunan zakat dari muzakki yang berada di Malaysia, dan menyalurkan kepada WNI di Malaysia yang membutuhkan bantuan. Hingga Februari 2009, total dana ZIS yang telah berhasil dihimpun oleh UPZ Malaysia kurang lebih RM 45 ribu, dengan komposisi muzakki/munfiknya adalah sebagai berikut : 70% berasal dari kalangan ekspatriat perminyakan, 20% berasal dari kalangan ekspatriat IT, dan 10% dari sumbangan individu/perseorangan.

Sedangkan dari sisi penyaluran, total jumlah mustahik penerima zakat sebanyak 65 orang, dengan total dana yang telah disalurkan sebanyak RM 38,5 ribu. Mereka berasal dari kelompok ashnaf fakir dan miskin (54%), diikuti oleh ashnaf fi sabilillah (23%), dan ashnaf lainnya (23%). Secara umum, kelompok TKI mendominasi ashnaf fakir miskin dan kelompok mahasiswa mendominasi ashnaf fi sabilillah. Khusus untuk penyaluran terhadap mahasiswa, UPZ telah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dan kerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia pada tanggal 19 Agustus 2008 lalu.

Pada tahun 2009 ini UPZ bertekad untuk melakukan ekspansi dan sosialisasi secara lebih luas kepada masyarakat. Target penghimpunan di tahun ini diharapkan dapat naik sekurang-kurangnya 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada sisi pendayagunaan, UPZ bertekad untuk menjangkau lebih banyak lagi WNI di Malaysia yang memang sangat membutuhkan bantuan, melalui berbagai program yang lebih variatif dan bermanfaat. Oleh karena itu, UPZ sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, termasuk KBRI Malaysia dan kalangan media, sehingga target penghimpunan dan pendayagunaan zakat ini dapat tercapai.

Di akhir acara tersebut, Ketua UPZ Malaysia Raditya Sukmana menyerahkan secara simbolis bantuan UPZ untuk para TKW di tempat penampungan KBRI senilai RM 5000 (Rp 16 juta), yang diterima oleh Kabid Ekonomi KBRI Rahmat Pramono.

Demikian press release ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT meridhai dan senantiasa membimbing segala aktivitas UPZ Malaysia, sehingga UPZ ini dapat terus menjadi mata air yang tidak pernah kering dalam memberikan kontribusi bagi kebaikan dan kemashlahatan umat dan bangsa.

Kuala Lumpur, 14 Februari 2009 a.n. Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Malaysia

ttd,

Raditya Sukmana, SE, MA Ketua Badan Pelaksana