Gus Ipul Minta Banser dan Ansor Berhenti Usik UAS

Eramuslim.com – Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) terutama pemuda Ansor dan Banser untuk menghentikan aksi penolakan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS).

Gus Ipul menilai perlu ada tabayun atau klarifikasi dari para pengurus Ansor maupun Banser mengenai ceramah UAS agar tidak ada kesalahpahaman. “Saya minta kepada temen-temen Ansor maupun Banser untuk tabayun atau melakukan klarifikasi langsung dengan UAS. Jangan sampai ada kesan bahwa Ansor, Banser dan NU menghalang-halangi UAS,” katanya Gus Ipul seusai menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim di Pondok Pesantren Denanyar Kabupaten Jombang, Selasa (18/9/2018).

Menurut Gus Ipul, sebenarnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari ceramah-ceramah UAS karena yang bersangkutan selama ini juga terbukti setia pada Pancasila dan NKRI. “Kita tidak boleh lihat UAS secara sepotong, dia memang pernah membicarakan soal khilafah, tapi beliau juga mengajak warga untuk datang ke TPS. UAS ini ustaz yang alim dan dirindukan para jamaah,” katanya.

Gus Ipul mengaku prihatin ketika UAS membatalkan ceramahnya di Jatim, Jateng dan Yogyakarta akibat adanya penolakan dari sekelompok massa. “Semestinya, UAS malam ini juga mengisi pengajian di Ploso, Kediri tapi batal. Akhirnya kan yang rugi semua masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, UAS mengunggah keterangan tertulis di akun media sosial (medsos) yang berisi membatalkan acara dakwah di beberapa kota Pulau Jawa. UAS menyebut ancaman dan intimidasi terkait rencana kedatangannya.

Terbaru, UAS ditolak kehadirannya di Malang, Jawa Timur. Penolakan terhadap UAS karena isu yang dihembuskan orang-orang tidak bertanggung jawab disusupi paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah. Beragam reaksi masyarakat pun muncul atas penolakan kehadiran UAS.

Dukungan mengalir terutama di media sosial (Medsos), sebagian meminta agar UAS menindaklanjuti penolakan ke ranah hukum. Sebagian lagi memita agar UAS bersabar dan terus berdakwah untuk umat Islam. [inews]