free hit counters
 

Tokoh Papua: Selamat Pagi Indonesiaku… New Normal Bikin Pusing, New Presiden Bikin Happy

Redaksi – Kamis, 4 Syawwal 1441 H / 28 Mei 2020 17:30 WIB

Eramuslim.com – Tagar New Normal menjadi trending topik hingga pagi ini. Warganet menyoroti rencana penerapan kebijakan ini yang dinilai terlalu gegabah dilakukan saat ini di tengah belum menurunnya penularan virus corona.

Netizen juga menyoroti pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas (ratas) dengan Jokowi, yang menyebutkan, aktivitas perekonomian di fase tatanan normal nantinya bisa saja dihentikan jika terjadi gelombang kedua penularan virus corona Covid-19.

“Kalau terjadi secondary wave (gelombang kedua) maka kegiatan akan dihentikan kembali,” kata Airlangga, Rabu (27/5).

Airlangga juga menegaskan, kehadiran aparat TNI-Polri di tempat umum sangat penting untuk menertibkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Yaitu memastikan masyarakat menggunakan masker, menjaga jarak, dan membatasi jumlah orang dalam satu tempat.

“Dijaga disiplin dari masyarakat sehingga tidak terjadi secondary wave,” kata dia.



Hal ini memicu kritikan dari masyarakat. Karena nyawa menjadi taruhan atas kebijakan ini. Negara dinilai abai atas keselamatan masyarakatnya.

“Ketika Nyawa manusia dipertaruhkan krn ketidak mampuan dalam Disaster Management,” posting @w_runtu**, Kamis(28/5).

Tokoh masyarakat Papua, Christ Wamea juga menyikapi hal itu dalam komentarnya. “Selamat pagi Indonesiaku, “New Normal” bikin pusing. “New Presiden” bikin happy.,” tulisnya.

Begitu pula dengan mantan Stafsus Kementerian ESDM M. Sa’id Didu. Menurutnya, pemerintah harusnya memilih kebijakan yang menyelamatkan nyawa warganya. “Bukan trial and error atau mencoba-coba, kemudian jika ada korban dihentikan,” katanya. (*)

Berita Nasional Terbaru