Belasan Yahudi Masuki al-Aqsa, Provokasi Warga Palestina

Belasan orang Yahudi mencoba melakukan provokasi terhadap warga Palestina dengan cara memasuki kompleks Masjid al-Aqsa-masjid suci ketiga umat Islam-pada hari Senin (9/3) sore. Namun lembaga waqaf yang mengelola dan menjaga masjid al-Aqsa berhasil meredam aksi provokasi mereka untuk menghindari konflik terbuka antara warga Muslim dan kelompok Yahudi ekstrimis.

Kelompok Yahudi radikal di Israel memang kerap melakukan aksi provokasi dengan melakukan penyerbuan dan pelecehan terhadap masjid al-Aqsa. Diantara mereka bahkan ada yang kedapatan membawa bahan peledak dengan maksud menghancurkan Masjid al-Aqsa.

Pada tahun 2008, Perdana Menteri Israel Ariel Sharon memicu pecahnya perlawanan Intifada kedua di Palestina, setelah Sharon dengan membawa pasukan militernya masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa. Selama delapan tahun sampai sekarang, Israel masih melakukan penggalian di bawah Masjid al-Aqsa untuk melemahkan pondasi-pondasi masjid. Israel berambisi untuk meruntuhkan Masjid al-Aqsa yang akan digantikannya dengan kuil Yahudi.

Dalam insiden yang terjadi hari Senin kemarin, belasan orang-orang Yahudi radikal masuk kompleks Masjid al-Aqsa dari pintu Al-Maghrabi. Mereka berjalan sambil melakukan ritual agama Yahudi menuju ke arah utara Pintu Ar-Rahma, lalu ke pintu barat dekat Kubah Batu dan melaksanakan upacara keagamaan Yahudi di tempat itu. Beberapa orang Yahudi itu sempat berusaha masuk ke Kubah Batu, tapi berhasil dicegah oleh para penjaga.

Polisi Israel ikut turun tangan dan meminta kelompok Yahudi ekstrim itu untuk meninggalkan masjid untuk mencegah reaksi keras atau bentrokan fisik dengan warga Palestina. (ln/IMEMC)