Palestina Paksa Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman Baru

Dalam pertemuan pertama antara Palestina-Israel di Yerusalem pasca Konferensi Annapolis, Palestina dengan tegas memaksa Israel untuk segera menghentikan proyek pembangunan pemukiman barunya di wilayah pendudukan.

"Kami meminta penghentian secara menyeluruh pembangunan pemukiman… Kami sudah setuju untuk mengadakan pertemuan lagi, tak ada yang lain, " kata juru runding Palestina Yasser Rabbo, menjelaskan hasil pertemuan, Rabu (12/12).

Palestina menyatakan, rencana Israel membangun pemukiman baru di wilayah pendudukan Abu Gheim atau Har Homa di sebelah utara Bethlehem akan menjadi batu sandungan bagi upaya negosiasi damai. Hal ini pernah terjadi pada tahun 1997, ketika Israel memperluas pemukiman di wilayah itu.

Begitu Israel mengumumkan akan membangun 300 rumah baru dekat Yerusalem, para pejabat Palestina menyerukkan boikot terhadap semua rencana negosiasi dengan Israel.

Dalam pertemuan hari Rabu kemarin, juga hadir juru runding Palestina lainnya, Saeb Erekat. Ia mengatakan, delegasi Palestina menyatakan kemarahannya atas rencana pembangunan pemukiman tersebut.

"Jika Anda (Israel) mau memulihkan kredibilitas proses perdamaian, maka pemerintah Anda harus membatalkan rencana ini, " kata Erekat.

Sementara pihak Israel, menurut Erekat, mengungkapkan keprihatinannya atas serangan-serangan roket dari Jalur Ghaza yang terus terjadi.

Palestina berhak marah atas sikap Israel, karena dalam Konferensi Annapolis Israel berjanji akan menghentikan aktivitas pembangunan pemukiman. Belum lagi serangan-serangan Israel yang masih berlanjut di Jalur Ghaza, yang menyebabkan enam warga Palestina tewas dan 15 orang lainnya luka-luka. (ln/aljz)