Pembebasan Tawanan Palestina, Hanya Taktik Israel

Pembebasan tawanan Palestina oleh Israel ternyata hanya taktik saja. Terbukti dalam waktu yang hampir bersamaan, saat pembebasan 429 orang tahanan Palestina itu, Israel memulai penangkapan baru di berbagai tempat di Ghaza.

Jumlah tahanan baru dalam satu hari disebutkan oleh Aljazeera, adalah 42 orang. Seluruh tahanan baru itu, berafiliasi pada organisasi perlawanan Palestina, baik Hamas maupun Jihad Islami dan lainnya.

Memang, pelepasan tawanan itu, menurut Israel sendiri dilakukan untuk memperkuat posisi Abbas yang dianggap sebagai representasi kelompok moderat di Palestina. Sementara Hamas dan lainnya dituding sebagai kelompok radikal. Hal ini diungkapkan oleh jubir Menlu Israel Mark Regef, “Operasi pembebasan ini dilakukan utuk mendukung pimpinan Palestina moderat dan membuka ruang perundingan lebih luas lagi antara Israel dan Palestina. ” Diduga, dengan pembebasan tawanan ini, hubungan Hamas dan Fatah akan kian memanas.

Diakuinya, bahwa pemerintah PM Israel Olmert kini sedang berupaya merealisir upaya damai yang memang harus didahului dengan langkah konkrit “positif” seperti yang dilakukan saat ini. Sebelumnya, Abbas, telah meminta Israel untuk membebaskan 2.000 tawanan Palestina dari total 10 ribu orang tahanan yang mendekam di penjara Israel.

Menurut Dr. Muhamad Madhoun, kepala kantor PM Palestina Ismail Haniyah yang sah, pemerintahnya menyambut pembebasan tawanan Palestina itu. Tapi ia memberi catatan merah, bahwa pembebasan dengan tebang pilih seperti yang dilakukan Israel, sangat berbahaya dan bisa dianggap sebagai langkah pengkhianatan terhadap proyek nasional Palestina.

"Kami menyampaikan selamat kepada seluruh saudara-saudara kami yang dibebaskan dari penjara Israel, juga kepada seluruh sanak keluarga mereka. Tapi hal ini harus lebih mendorong masyarakat internasional untuk campur tangan membebaskan semua tawanan kami tanpa tebang pilih. Kami menginginkan pembebasan, terutama para tawanan yang sakit, kaum perempuan dan anak-anak serta perwakilan legal Palestina. " (na-str/pic)