Pertama Kalinya, Palestina Miliki Korps Polisi Wanita

Ada pemandangan yang tidak biasa di jalan-jalan raya di kota Ramallah, Tepi Barat. Beberapa perempuan dengan mengenakan seragam celana panjang warna biru tua dan kemeja berwarna biru terang, beberapa di antaranya mengenakan jilbab yang huga berwarna biru, nampak mengatur arus lintas.

Ya, mereka adalah polisi perempuan atau polwan yang mulai diterjunkan ke lapangan. Dan mereka adalah angkatan pertama korps polisi wanita Palestina. Selama ini, pekerjaan polisi hanya untuk kaum lelaki. Beberapa polisi laki-laki memperhatikan, terkadang sambil tersenyum-senyum melihat para polwan baru itu mengatur lalu lintas dan para pejalan kaki.

Korps polwan Palestina adalah bagian dari program pelatihan yang disponsori Uni Eropa, untuk meningkatkan kinerja kepolisian Palestina. Selain mengatur lalu lintas, tugas para polwan itu adalah patroli dan melakukan pemeriksaan terhadap kaum perempuan yang ada di penjara-penjara maupun universitas-universitas

Di kalangan masyarakat Palestina yang konservatif, seorang perempuan menjadi polisi memang dianggap tidak lazim. Namun sebagian orang menyatakan terkesan dengan para polwan itu.

"Hebat, melihat kaum perempuan Palestina menjaga ketertiban dan menegakkan hukum, " kata seorang warga Ramallah bernama Fuad Murar.

"Awalnya saya merasa agak takut, karena masyarakat kami menerapkan aturan-aturan tertentu bagi gaya hidup kaum perempuan. Tapi sekarang, setelah agak lama di jalan, saya tidak takut lagi, " kata Ashjan Abu Srour, 23, anggota polisi wanita Palestina.

Data Uni Eropa menyebutkan, jumlah polisi wanita Palestina hanya sekitar 500 orang, sementara jumlah polisi laki-laki sekitar 18. 000 orang. (ln/mol)