free hit counters
 

Jangan Diberi Hak Hidup Rezim Yang Korup

Rakyat harus bangkit melawan setiap rezim yang korup. Jangan dibiarkan mereka terus berkuasa. Bertengger di puncak kekuasaan. Jangan diberikan hak hidup mereka yang korup. Membiarkan mereka berkuasa, hanyalah sama dengan kematian bagi rakyatnya. Tidak ada kebaikan sedikitpun bagi rezim yang korup. Mereka secara sadar hanya ingin menghancurkan rakyatnya. Mereka tanpa ada belas kasihan terhadap rakyat.

Rezim yang korup di manapun mereka menjadi begitu sangat tamak dan rakus. Mereka tidak akan pernah puas dan cukup dengan kekayaan dan kekuasaan yang mereka miliki. Kekuasaan yang mereka miliki hanyalah untuk pribadi mereka, keluarga mereka, dan kroni-kroni mereka. Bukan untuk rakyat. Rakyat hanyalah mereka jadikan sebagai budak, yang mereka ekploitasi demi kekuasaan,  keluarga dan kroni-kroni mereka.

Mereka mengelola pemerintahan dan negara seperti organisasi mafia. Segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan, sangat berkuasa, dan menjalankan kekuasaan. Mereka menguasai seluruh asset negara, sumber daya alam, dan pemerintahan, serta aparat militer, polisi dan intelijen. Pemerintahan yang korup itu, di kelilingi oleh isteri, anak, saudara, sanak famili, dan kroni-kroni. Mereka inilah sejatinya yang berkuasa.

Mereka rezim yang korup itu menjadi perpanjangan tangan penjajah asing, yang ingin menguasai sebuah negara. Mereka hanya mengabdi kepada asing, bukan kepada rakyatnya. Karena asing lah yang bisa melindungi mereka. Dengan senjata. Dengan senjata itu rezim-rezim yang korup itu, melakukan kekerasan yang sangat kejam untuk menindas rakyatnya. Dengan berbagai dalih. Termasuk menuduh mereka sebagai teroris dan anggota kelompok al-Qaidah. Sejatinya para rezim yang korup lebih jahat dibandingkan semuanya yang disebut teroris itu.

Para rezim yang korup itu sangat erat dengan para penjajah. Mereka tidak merasakan negerinya sudah dijajah dan dikuasai. Mereka menjual negaranya kepada asing dengan sadar. Melalui berbagai kebijakan yang mereka lakukan. Lihatlah semua negeri-negeri Muslim sekarang, para pemimpinnya hanyalah perpanjangan para penjajah Barat. Mereka menjadi budak Barat. Mereka hanyalah menjalankan kebijakan dan kepentingan Barat. Inilah yang akan menghancurkan negeri-negeri Muslim, disebabkan para pemimpin mereka, sejatinya hanyalah merupakan kelanjutan  penajajahan.

Salah satu contoh yang sekarang terjadi di Tunisia. Bagaimana El Abidin dan Leila berkuasa 23 tahun. Menguasai negara bersama anaknya, saudaranya, dan kroni-kroninya yang sangat biadab. News Week menyebutkan pemerintahan El Abidin mirip sebuah organisasi mafia. Bukan sebuah pemeritahan yang menganut tata cara yang semestinya. Mereka mengelola negara dengan sangat terbatas. Membiarkan rakyatnya miskin, menganggur, dan hanya makan sekerat roti. Anak-anak muda menjadi penganggur tidak mendapatkan pekerjaan. Semuanya perusahaan dan kantor-kantor, diberikan kepada asing, yang menjadi kroni keluarganya.

Sementara itu, El Abidin hidup di Istana yang sangat mewah di tepian laut Mediterania, di kamar-kamar yang mewah, dan membangun balkon, yang dilapisi permadani dan emas, yang sangat luar biasa.



Isterinya pergi ke Paris, Roma, dan London, hanya sekadar untuk belanja pakaian. Kedua anak perempuannya tinggal di Paris, di sebuah rumah mewah, dan hidup di kamar hotel suit dengan harga kamar semalam Rp 7 juta. Salah seorang suami anak perempuannya, memelihara harimau, yang diberi makan daging pilihan. Anak-anak El Abidin mendapatkan pengawalan dan pembantu yang akan terus melayaninya.

Ketika meninggalkan Tunisia, Leila memerintahkan suaminya El Abidin agar Gubernur Bank Sentral Tunisia, melepaskan emas bantangan senilai 1,5 ton. El Abidin meninggalkan Tunisia dengan membawa lari uang Rp 50 triliun. Di simpan di berbagai bank di Eropa.

Sebuah kejahatan yang tak bisa lagi dicerna oleh nalar manusia. Seorang penguasa yang begitu tamak dan rakus, membiarkan rakyatnya miskin, dan tanpa masa depan. Sementara itu, dia terus membangun kehidupan yang luar biasa kememawahannya.

Inilaha ironi seluruh penguasa yang ada sekarang ini. Mereka hanyalah kumpulan orang-orang yang korup, sembari menghancurkan rakyatnya sendiri, dan mengabdi kepada Barat. Wallahu’alam.

Editorial Terbaru