Berzinah Ketika Pacaran

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saya telah menikah sekitar 3 tahun dan sedang akan memiliki putra kedua. Ketika masa pacaran dulu kami sering melakukan zina, tapi sekarang kami telah menikah. Apakah dosa zina kami dulu telah diampuni oleh allah?

Wassalam..

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Sdr Furqan yang dirahmati Allah,

Kesalahan masa lalu akan menumbuhkan penyesalan, sebagian orang bahkan akan terobsesi terhadap memori masa lalunya. Memori ini dapat tenggelam dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan muncul bahkan mengganggunya. Penyesalan harus diikuti dengan penerimaan kelemahannya dan motivasi untuk mengubah hidup lebih baik.
Sdr Furqan, penyesalan selalu datang terlambat, tetapi tak ada kata terlambat mengubah hidup yang hitam menjadi lembaran baru.

Di satu sisi bersyukurlah karena Allah membuka pintu taubat sebelum ajal menjemput. Ini jauh lebih berarti karena Anda mempunyai kesempatan membuktikan kebenaran taubat Anda. Bila memang masa lalu itu terlanjur suram, tutuplah dan tak usah ditengok lagi. Berjalanlah lurus ke depan dengan memenuhi hari-hari Anda dengan amal sholih dan ketaatan kepada Allah. Hentikan dosa dan kebiasaan berma’shiyat ; bersama-samalah dalam upaya taubatan nasuha bersama istri. Jadilah suami yang sholih bagi istri Anda dan Bapak teladan bagi putra-putri Anda nantinya. Inilah realisasi taubat yang semestinya.
Dalam hadits qudsi disebutkan:
”Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa pada malam dan siang hari, sedang Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepadaKu, niscaya aku akan mengampuni kalian.” (HR.Muslim)
”Hai anak Adam, selama kalian berdoa dan berharap kepadaKu, niscaya aku akan memberi ampunan kepada kalian atas semua dosa yang kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai anak Adam, seAndainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian kalian memohon ampun kepadaMu, niscaya Aku akan mengampuni semua dosa yang telah kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai anak Adam, seAndainya kalian datang kepadaKu dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian kalian datang tanpa mempersekutukanku Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan datang dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (HR Tirmidzi)
Tak ketinggalan adalah upaya riil perlu Anda lakukan yakni mengerjakan amal kebaikan yang menghapus dosa, ajaklah istri Anda untuk menekuni agama, berbuat banyak kebaikan. Andalah pemimpin dalam keluarga yang akan ditanya tentang kepemimpinan ini kelak.

firman Allah : ”sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang yang ingat.” (QS Huud :114)

Sdr Furqan,  berdo’alah kepada-Nya ; semoga amal-amal kita dalam menjalani hidup ke depan dimudahkan Allah. Amin..

Wallahu a’lam bish-shawab
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Bu Urba