Ada yang Wafat, Ini Adab Bertakziyah Dalam Islam

Eramuslim – Takziyah atau melawat adalah kewajiban sesama Muslim untuk menghormati yang sudah wafat. Hal ini dilakukan dengan cara berkunjung ke kediaman keluarga yang telah ditinggalkan.

Maka sudah sewajarnya sanak dan kerabat Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen hadir ke rumahnya untuk mendoakan dan memberikan ucapan bela sungkawa. Sungguh orang yang pergi takziah itu akan mendapatkan pahala yang luar biasa. Menghibur keluarga yang ditinggalkan!

Siapa yang melakukan takziyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka dia akan menerima pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut (orang yang ditimpa musibah)” (HR: Ibnu Majah)”

Disebutkan juga dalam hadist riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Amr bin Hazm, dari Nabi SAW bersabda;

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ حُلَل الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemulian kepadanya di hari kiamat.

“Secara subtantif takziyah upaya menghibur saudara kita yang sedang berkabung, atau berduka. Dan menyenangkan orang lain itu sangat universal,” ujar Ustadz Azhari Nasution saat dihubungi Okezone, Selasa (6/8/19).

Ustadz Azhari juga menambahkan, ada hadist yang mengatakan tentang orang yang sedang tertimpa musibah. Yaitu:

Siapa yang bertazkiyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka dia akan menerima pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut (orang yang ditimpa musibah)” (HR: Ibnu Majah).”