Infak Terbaik Para Sahabat

Eramuslim.com – Sejumlah sahabat Rasulullah SAW kerap bersedekah dan menginfakkan harta terbaik yang mereka miliki di jalan Allah. Hal ini sebagaimana yang diajarkan Nabi.

Dalam kitab Sirah Sahabat karya Syaikh Muhammad Yusuf al-Kandahlawy diceritakan, ketika para sahabat tengah berada di sisi Rasul dan hendak melakukan shalat berjamaah, muncul sekumpulan orang yang berpakaian compang-camping.

Sedekah/Ilustrasi

Melihat hal tersebut, wajah Rasulullah nampak muram dan kemudian segera memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan.

Usai melaksanakan shalat berjamaah, Rasulullah kemudian berpidato sebagaimana yang diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 18 berbunyi: “Ya ayyuha-ladzina amanu-taqu-Allaha wal-tanzur nafsun ma qadamat lighadin. Wattaqu-Allaha inna Allaha khabirun bima ta’lamun,”.

Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan,”.

Usai berpidato, Rasulullah juga menganjurkan kepada para sahabatnya untuk mengeluarkan sedekah dan infak.

Sehingga beberapa sahabat ada yang bersedekah dengan sebagian dinarnya, sebagian dirham, kain, gandung, hingga separuh buah kurma yang dimiliki.

Melihat maraknya sedekah dan infak yang terkumpul dari rezeki-rezeki para sahabat, wajah Rasulullah pun berbinar.

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah disebutkan bagaimana Rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar bersedekah dan berinfak suatu hal yang disukai.