Pernyataan Jama'ah Anshorut Tauhid; Atas Penyerangan Biadab Israel terhadap Kapal Mavi Marmara

PERNYATAAN JAMA’AH ANSHORUT TAUHID
No. : 07/VI/1431

Tentang Serangan Biadab Israel terhadap Kapal Mavi Marmara dan Relawan adalah Serangan terhadap Kemanusiaan secara Universal

Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala :

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Alloh dan (membela) orang-oramng yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdo’a : ‘Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negri ini yang zalim penduduknya dan berilak kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau’.” (QS. An Nisaa : 75)

Hadits Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, Dari Qatadah ra, dari Anas ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.’ (HR. Bukhari)

Dari Nu’man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perumpamaan orang-orang mu’min dalam hal kecintaan dan kasih sayang diantara mereka adalah laksana satu tubuh, yang apabila terdapat salah satu anggota tubuhnya yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan sakit, dengan tidak dapat tidur dan demam.’ (HR. Muslim)

Dari Hudzaifah bin Yaman ra, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin, maka bukanlah ia termasuk golongan mereka (kaum muslimin).” (HR. Thabrani)

Seperti diketahui bersama, bahwa telah terjadi penyerangan secara brutal dan sangat tidak berprikemanusiaan terhadap kapal laut Mavi Marmara yang ditumpangi para Relawan kemanusiaan yang hanya membawa kebutuhan dan obat-obatan di 62 km lepas pantai Gaza, oleh militer Israel pada Senin (tanggal 31 Mei 2010). Jatuh korban 16 meninggal dunia dan 80-an lebih terluka, jelas – jelas ini adalah tindakan biadab yang dilakukan sebuah Negara kepada sekelompok orang tidak bersenjata yang layak untuk dilaknat oleh dunia dan seisinya. Dan secara berulang-ribuan kali, bangsa yang dikutuk Alloh Rabbul ‘Alamiin ini telah melakukan hal yang sama bahkan lebih keji dari serangannya kemarin.

Maka kami selaku Pengurus Imaroh Markaziyah Jama’ah Anshorut Tauhid menyatakan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa Israel yang Negaranya berdiri dengan segala kekejaman tindak terorismenya tidak pantas diakui sebagai sebuah bangsa yang boleh duduk bersama sederajat dengan bangsa manapun di dunia. Jadi Israel adalah Negara Teroris bahkan Biangnya Terorisme Dunia.

2. Bahwa tindakan melindungi, membenarkan dan membantu Israel dalam melakukan aksi penjajahan, penjarahan dan pembantaian terhadap kaum lemah di Palestina adalah juga merupakan tindakan Terorisme yang sesungguhnya dan layak dilaknat oleh seluruh dunia dan seisinya.

3. Bahwa melawan penindasan kaum terlaknat seperti itu adalah tindakan yang legal dan terhormat serta diakui sebagai hak-hak Asasi Universal. Oleh karenanya serangan Israel terhadap kapal dan relawan kemanusiaan kemarin itu adalah serangan biadab terhadap kemanusiaan seluruhnya.

4. Maka Islam-lah sebagai Diin (Agama) yang pertama-tama menyerukan ummatnya untuk melakukan pembelaan atas kemanusiaan sejagat dan tanpa sekat apapun !

Oleh karena itu , Jama’ah Anshorut Tauhid menyerukan:

Kepada kaum muslimin terutama mereka yang memiliki keutamaan ilmu dan pemikiran.

Yang sedang diamanahi harta dan jabatan serta kekuasaan.

Yang memiliki pangkat dan ketrampilan serta alat-alat kelengkapan perang.

Perhatikan dan dengarkanlah dakwah kami,

Yakni bahwa seluruh apa yang anda pegang dan miliki hari ini akan dimintakan pertanggungjawaban disisi Alloh ‘Azza wa Jalla di Yaumil Hisaab kelak. Maka tunjukkan loyalitas dan sikap seorang Muslim Mujahid untuk membela kaum muslimin di Gaza, Palestina bahkan di seluruh dunia Islam dengan berangkat berperang ke negri-negri tersebut untuk membela orang-orang lemah dari kaum muslimin yang ditindas dalam negri-negri mereka oleh kaum kafir. Yang dengan begitu maka berarti kita semua sudah melakukan kewajiban mulia sebagai ummat Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi was salam!

Hasbunalloh wa ni’mal wakil , ni’mal maula wan ni’man nashiir , laa haula wa laa quwwata illa billah !

Solo, 18 Jumadil Ula 1431 / 1 Juni 2010
a.n Amir Jama’ah

‘Abdurrahman S.
Katibul ‘Aam