free hit counters
 

Tembok Besar Zeng Wei Jian

Aku mengistigfarkan diri beberapa kali !!! Karena tokoh yg tampil di MK itu yang berposisi sebagai korlap adalah Bapak Abdullah Hehamahua. Seorang tua yg sudah sepuh dan berbadan ringkih. Seorang yang sangat sederhana. Yang aku yakin, tidak punya jaringan kuat,tidak punya dana kuat ! Tidak punya dukungan militan yang kuat. Seorang lelaki tua yang sudah tidak punya ambisi keduniaan selain keinginan berbuat baik untuk anak bangsa. Dan aku beserta keluarga besar SK HAPPI juga hadir disana. Kami makan besar disana yang sambel, lalapan dan ikan asin, asli dari kampung Akuarium ! Dari kebon pak Dul !

Teganya kalian menuduh kami “POROS KETIGA !”

Aku menarik nafas panjang ketika selesai membaca tulisanmu yang berikutnya. “Saya Tegak Lurus Bersama Prabowo”.
Apakah engkau hendak mengatakan bahwa “Kami tidak berdiri tegak lurus bersama pak Prabowo ???!!!!”.

Ya … kami memang tidak berdiri tegak lurus bersama pak Prabowo. Karena kami hanyalah orang yang mencoba untuk bisa berdiri tegak lurus dijalanNya. Jika pak Prabowo juga berdiri lurus dijalanNya maka serta merta kami dan Pak Prabowo sama-sama berdiri tegak lurus dijalanNya.

“HENTIKANLAH MEMBUAT TEMBOK BESAR PEMISAH ANTARA KAMI DAN PAK PRABOWO !!! ITU AKAN MERUGIKAN PAK PRABOWO SENDIRI. KARENA BELIAU MENJADI TERKURUNG SEPERTI SEORANG RAJA DI KOTA TERLARANG !!!!

BERHENTILAH MEMFRAMING KAMI SEPERTI WAHONO !!! KARENA SI WAHONO ITU TIDAK BERIMAN PADA AJARAN TUHANNYA ATAU BARANGKALI DIA TIDAK PUNYA TUHAN YANG DIIMANINYA !!! SEDANGKAN KAMI, TUNDUK PADA IJTIMA ULAMA. KEPADA ULAMA KAMI SAJA, KAMI TUNDUK ! APALAGI KEPADA AJARAN TUHAN KAMI !!!



MAKA BERHENTILAH MENAKUT-NAKUTI KAMI AKAN MENGIKUTI JEJAK WAHONO, YANG MEMINUM AIR SABUN DAN GANTUNG DIRI KARENA KECEWA !! FRUSTASI DAN KALAH !!!

MAAF ZENG WEI JIAN
Aku masih akan menulis tentang tembok-tembok besarmu yang lainnya. Tembok besar yang coba menyingkirkan kami sebagai relawan. Dan kemudian engkau menyodorkan pilihan kepada kami untuk bunuh diri seperti Wahono !!! (*)

*Penulis: Maya Amhar (Emak-emak Aktivis)

(kk/fb)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3

Suara Pembaca Terbaru