free hit counters
 

Syafaat Anak Kecil bagi Orangtuanya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun… putri kami yang berumur 3 tahun telah dipanggil Allah SWT di pertengahan Februari 2010 karena sakit DBD.. kami sangat terpukul dan merasa sedih yang sangat mendalam… tapi kami sedikit terhibur dengan nasehat dari tetangga bahwa anak kami itu akan masuk surga dan akan menjadi syafa’at bagi kami orangtuanya kelak di hari kiamat… tapi kami juga sedikit bingung karena dalam AlQur’an surah Luqman ayat 33 yang artinya : “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah akan hari akhirat yang padanya seorang ibu atau bapak tidak dapat melepaskan anaknya dari azab dosanya dan seorang anak pula tidak dapat melepaskan ibu atau bapaknya dari azab dosa masing-masing sedikitpun.“ Mohon penjelasan dari pak Ustadz.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Prasetyo yang dimuliakan Allah swt

Semoga Allah swt melimpahkan pahala dan kebaikan kepada anda dengan meninggalnya putri anda. Dan semoga kelak putri anda akan memberikan syafaat kepada anda berdua sebagai orang tuanya, sebagaimana diriwayatkan oleh Nasai dengan sanad baik,”Bahwa pada hari kiamat anak-anak kecil akan berdiri lalu dikatakan kepada mereka,’Masuklah ke surga.’ Maka mereka mengatakan,’(Saya akan masuk) sehingga bapak-bapak kami masuk (juga) ke surga.’ Dikatakan kepada mereka,’Masuklah kalian dan bapak-bapak kalian ke surga.” (baca : Syafaat dari Orang Shaleh)

Adapun firman Allah swt didalam surat Luqman ayat 33

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Artinya : “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.”

Ibnul Jauziy didalam kitabnya “Zaad al Masir” menyebutkan firman Allah swt يا أيها الناس اتقوا ربكم “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu” bahwa para mufasir mengatakan,”Ayat ini ditujukan untuk orang-orang kafir di Mekah.” Dan firman Allah swt “لا يجزي والد عن ولده “seorang bapak tidak dapat menolong anaknya sedikit pun dari kejahatan dan kezhalimannya. Muqotil mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang kafir. (Zaad al Masir juz V hal 112)

Tentang firman Allah : هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئاً “(seorang anak) tidak dapat menolong bapaknya sedikit pun” al Baidhowi didalam tafsirnya mengatakan bahwa (pada kalimat itu) terdapat perubahan susunan sebagai dalil bahwa apa lagi seorag anak yang dilahirkan maka dia tidak akan dapat memberikan pertolongan. Dan hal ini menghilangkan bahwa orang-orang beriman bisa memberikan manfaat (pertolongan) kepada bapak-bapaknya yang kafir di akherat.

Senada dengan ayat diatas adalah firman Allah swt :

Artinya : “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” (QS. Al Baqoroh : 48)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna وَلا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ “dan tidak diterima syafaat” adalah terhadap orang-orang kafir. Firman Allah swt :

Artinya ; “ Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.” (QS. Al Mudatsir : 48)

Dari ayat-ayat tersebut bisa difahami bahwa tidak semua syafaat diterima Allah swt akan tetapi ada darinya yang tidak diterima dikarenakan tidak memenuhi persyaratan untuk itu, seperti syafaat orang-orang beriman untuk orang-orang kafir karena Allah tidak akan pernah meredhoi orang-orang kafir.

Seperti juga syafaat Nabi Ibrahim untuk ayahnya yang kemudian ditolak Allah swt seperti apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh dari Nabi saw,”Pada hari kiamat Ibrahim menemui ayahnya Azar dan tampak wajahnya gelap dan tertutupi debu. Lalu Ibrahim berkata kepadanya, ’Bukankah aku telah mengatakan kepadamu untuk tidak maksiat.’

Ayahnya berkata, ’Hari ini aku tidak akan maksiat terhadapmu.’ Ibrahim pun berkata, ’Wahai Allah, sesungguhnya Engkau pernah berjanji kepadaku bahwa Engkau tidak akan menghinakanku pada hari mereka dibangkitkan maka kehinaan yang mana yang lebih hina dari yang didapat ayahku yang jauh (dari rahmat-Mu).’ Lalu Allah berkata,’Sesungguhnya Aku mengharamkan surga buat orang-orang kafir.’ Kemudian dikatakan kepada Ibrahim, ’Wahai Ibrahim apa yang ada dibawah kedua kakimu.’ Lalu Ibrahim pun melihatnya dan ternyata ia adalah seekor srigala berbintik-bintik maka dipeganglah kaki-kakinya dan dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhori)

Dengan demikian ada syafaat yang diterima Allah swt dan ada juga yang ditolak. Dan persyaratan diterimanya syafat adalah :

  1. Izin dari Allah swt kepada pihak yang memberikan syafaat dan pihak yang mendapatkannya.
  2. Ridho Allah kepada pihak yang memberikan syafaat.
  3. Ridho Allah kepada pihak yang mendapatkan syafaat.

Hal-hal tersebut berdasarkan dalil-dalil berikut :



Artinya : “Dan berapa banyaknya Malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An Najm : 26)

Artinya : “Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (QS. Thaha : 109)

Artinya : “Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al Anbiya : 28)

Wallahu A’lam

Ustadz Menjawab Terbaru