14 Tahun Pembantaian Muslim Srebrenica
Agaknya, terlalu banyak pembantaian yang terjadi pada umat Muslim di dunia ini. Sampai-sampai jika dihitung-hitung, tak bisa lagi kita ingat satu per satu. Ketika satu pembantaian umat Islam selesai di satu wilayah, di wilayah lainnya, terjadi lagi pembantaian dalam jumlah yang juga besar. Akhir pekan lalu, rakyat Bosnia mengenang tragedi berdarah pembantaian Muslim Bosnia yang dilakukan oleh Serbia.
Lebih dari sepuluh Muslim Bosnia berkumpul, berdoa bersama untuk mereka yang telah pergi menjadi syuhada di Srebrenica. Akhir pekan silam memang genap 14 tahun terjadinya saga pembantaian terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Pada tahun 1995, kafir Serbia membantai lebih dari 8.100 Muslim di Srebrenica. Kuburannya saja yang sekarang dikhususkan dalam satu lokasi mencapai 3,297 di Potocari Memorial Center. Selama perang Bosnia yang terjadi dari tahun 1992 sampai 1995, PBB menyatakan bahwa Srebrenica—yang telah dikuasai oleh pasukan Serbia melalui peperangan—telah berada dalam proteksi PBB. Tidak heran kemudian, ribuan orang Muslim Bosnia berduyun-duyun ke tempat itu untuk mencari perlindungan.
Tapi pada Juli 1995, tentara Serbia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic menguasai wilayah itu dengan tiba-tiba. Pasukan PBB sama sekali tidak melakukan apa-apa ketika tentara Mladic mengeksekusi populasi Muslim Srebrenica. Kofi Annan, mantan sekjen PBB hanya mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa itu merupakan sejarah gelap PBB.
Ketika terjadi pembantaian, sekitar 15.000 orang berusaha menyelamatkan diri dengan cara mendaki gunung dekat kota Tuzla. Mereka berjalan sejauh sekitar 65 mil (atau 100 kilometer), namun masih tetap dapat diburu oleh tentara Serbia. Dan yang ditemukan, langsung dibunuh di tempat ketika itu juga.
Setiap tahun, selalu saja ditemukan mayat yang tertimbun di area itu. Tahun ini saja, sudah ditemukan sekitar 534 korban, 44 di antaranya adalah remaja, dan 4 orang di antaranya masih berumur 14 tahun ketika dibunuh. Dan tampaknya, mayat-mayat Muslim yang lainnya masih akan ditemukan lagi.
Pengadilan Interasional di De Hague, Belanda, menyatakan bahwa pembantaian Srebrenica adalah sebuah genosida. Mladic, sang pesakitan, saat ini masih dalam persembunyian, dan tampaknya tinggal di Serbia. Presiden Serbia, Boris Tadic mengeluarkan pernyataan (yang tampaknya basa-basi) bahwa Serbia terus melakukan pencarian atas Mladic dan akan mengirimnya ke pengadilan Hague. (sa/AP)
Lainnya (Arsip)
- Bom Meledak Di Pesantren Punjab
Senin, 13/07/2009 16:46 WIB - PBB: Somalia Akan Jatuh ke Tangan Mujahidin
Senin, 13/07/2009 16:16 WIB - Pertarungan Antara Gamal dan Omar
Senin, 13/07/2009 15:44 WIB - Obama Bertemu Dengan Pemimpin Yahudi
Senin, 13/07/2009 13:54 WIB - Kawin Kontrak Makin Marak di Wilayah Selatan Irak
Senin, 13/07/2009 13:24 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




