14 Tahun Pembantaian Muslim Srebrenica

Senin, 13/07/2009 16:48 WIB | Arsip | Cetak

Agaknya, terlalu banyak pembantaian yang terjadi pada umat Muslim di dunia ini. Sampai-sampai jika dihitung-hitung, tak bisa lagi kita ingat satu per satu. Ketika satu pembantaian umat Islam selesai di satu wilayah, di wilayah lainnya, terjadi lagi pembantaian dalam jumlah yang juga besar. Akhir pekan lalu, rakyat Bosnia mengenang tragedi berdarah pembantaian Muslim Bosnia yang dilakukan oleh Serbia.

Lebih dari sepuluh Muslim Bosnia berkumpul, berdoa bersama untuk mereka yang telah pergi menjadi syuhada di Srebrenica. Akhir pekan silam memang genap 14 tahun terjadinya saga pembantaian terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pada tahun 1995, kafir Serbia membantai lebih dari 8.100 Muslim di Srebrenica. Kuburannya saja yang sekarang dikhususkan dalam satu lokasi mencapai 3,297 di Potocari Memorial Center. Selama  perang Bosnia yang terjadi dari tahun 1992 sampai 1995, PBB menyatakan bahwa Srebrenica—yang telah dikuasai oleh pasukan Serbia melalui peperangan—telah berada dalam proteksi PBB. Tidak heran kemudian, ribuan orang Muslim Bosnia berduyun-duyun ke tempat itu untuk mencari perlindungan.

Tapi pada Juli 1995, tentara Serbia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic menguasai wilayah itu dengan tiba-tiba. Pasukan PBB sama sekali tidak melakukan apa-apa ketika tentara Mladic mengeksekusi populasi Muslim Srebrenica. Kofi Annan, mantan sekjen PBB hanya mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa itu merupakan sejarah gelap PBB.

Ketika terjadi pembantaian, sekitar 15.000 orang berusaha menyelamatkan diri dengan cara mendaki gunung dekat kota Tuzla. Mereka berjalan sejauh sekitar 65 mil (atau 100 kilometer), namun masih tetap dapat diburu oleh tentara Serbia. Dan yang ditemukan, langsung dibunuh di tempat ketika itu juga.

Setiap tahun, selalu saja ditemukan mayat yang tertimbun di area itu. Tahun ini saja, sudah ditemukan sekitar 534 korban, 44 di antaranya adalah remaja, dan 4 orang di antaranya masih berumur 14 tahun ketika dibunuh. Dan tampaknya, mayat-mayat Muslim yang lainnya masih akan ditemukan lagi.

Pengadilan Interasional di De Hague, Belanda, menyatakan bahwa pembantaian Srebrenica adalah sebuah genosida. Mladic, sang pesakitan, saat ini masih dalam persembunyian, dan tampaknya tinggal di Serbia. Presiden Serbia, Boris Tadic mengeluarkan pernyataan (yang tampaknya basa-basi) bahwa Serbia terus melakukan pencarian atas Mladic dan akan mengirimnya ke pengadilan Hague. (sa/AP)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang