Belanda Berlakukan Pajak Kerudung EUR1.000
Pemerintah Belanda agar memberlakukan pajak kerudung penutup kepala sebesar EUR1000 atau sekitar Rp14,3 juta per kepala per tahun. Alasannya, kerudung bukan kebudayaan Belanda.
Demikiam disampaikan Ketua Fraksi Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai) Geert Wilders dalam debat Pemandangan Umum membahas RAPBN 2010Kerajaan Belanda hari ini, Rabu (16/9/2009). Menurut Wilders, kerudung adalah simbol penindasan dan merusak pemandangan.Pajak EUR1000 tersebut dipungut atau wajib dibayar setahun sekali. Wilders menamai pajak yang diusulkannya itu dengan *kopvoddentax*.
Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Demokrat66 Alexander Pechthold mula-mula tidak percaya dan memastikan apakah ini serius atau kelakar. Kalau memang serius Wilders dipersilakan untuk walkout dari ruang sidang seperti kebiasaannya selama ini.
Ketua Fraksi Partai Sosialis (SP) Agnes Kant balik mengusulkan agar diberlakukan pajak untuk waterstofperoxide. Yang dimaksud Kant dengan waterstofperoxide (Belanda) adalah hidrogen peroksida (H2O2), yakni senyawa yang dipakai Wilders untuk membuat warna rambutnya menjadi blonde atau pirang.
Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, Wilders adalah keturunan Yahudi dari garis ibu, asal Jawa Timur semasa kolonial Belanda dengan rambut asli berwarna hitam. Kant terus merangsek menanyakan bagaimana dengan keppeltje atau kopiah penganut Yahudi, apakah akan dipungut pajak juga? Wilders agak terhenyak, lalu menjawab bahwa keppeltje tidak termasuk.
Kant menukik lagi, bagaimana dengan para penganut Kristen dan Katolik dikota-kota kecil dan desa-desa dan di Belanda, yang masih banyak mengenakan kerudung? Wilders nampak tidak siap dan kurang riset dengan fakta ini, bahwa masih banyak penganut Kristen dan Katolik di Belanda yang masih mengenakan kerudung.
Setelah berpikir sejenak, Wilders menjawab bahwa yang dia maksud adalah hanya khusus untuk penganut Islam. Mendengar jawaban ini ruang sidang parlemen Belanda riuh rendah. Bagaimana Undang-undang akan diberlakukan hanya untuk sebagian warga negara, sementara warga lainnya tidak?
Sementara Femke Halsema dari Groenlinks juga menanyakan bagaimana kebijakan seperti itu harus dijalankan? Bagaimana Wilders atau polisi dapat membedakan apakah pemakai kerudung itu penganut Islam, Kristen atau Katolik? Apakah harus disiapkan polisi khusus untuk merazia para pemakai kerudung dan menginterogasi mereka apakah mereka penganut Islam, Kristen atau Katolik?
Wilders tak memberikan jawaban konkrit kecuali mengatakan bahwa kebijakan itu akan memberi efek jera. Halsema menegaskan bahwa gagasan Wilders itu justru anti kebebasan, tak sesuai dengan nama partainya. Gagasan seperti justru sebuah penindasan, memaksa sebagian warga negara untuk tidak bebas menggunakan haknya.
"Itu mirip di Iran. Di sana wanita dipaksa untuk berkerudung dan Anda akan memaksa mereka untuk tidak berkerudung," demikian Halsema. *(es/es)*
Lainnya (Arsip)
- Al-Qaidah Ancam Jerman Untuk Segera Ganti Pemimpinnya
Sabtu, 19/09/2009 09:32 WIB - Jenderal Inggris : Taliban Adalah Orang-orang yang Tidak Bersalah
Sabtu, 19/09/2009 08:49 WIB - Ponsel Pintar Bagi Para Jamaah Umroh di Ka'bah
Jumat, 18/09/2009 10:43 WIB - Fatwa : 'Cipika-Cipiki' Haram di Yordan
Jumat, 18/09/2009 09:38 WIB - Otoritas Islam Mesir Bolehkan Perempuan Kenakan Celana Panjang
Kamis, 17/09/2009 14:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




