Brasil vs Israel

Rabu, 23/09/2009 20:27 WIB | Arsip | Cetak

Setelah Inggris dan Spanyol, kali ini Brasil yang melawan Israel. Negara yang tenar dan identik dengan sepakbola ini merekomendasikan Israel untuk dikeluarkan dari forum Pasar Bebas Terbesar Ketiga atau Third Largest Export Market.

Parlemen Brazil, atau tepatnya, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional telah kemarin (22/9) merekomendasikan bahwa parlemen tidak meratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Mercosur dan Israel sampai "Israel menerima pembentukan negara Palestina di perbatasan tahun 1967".

Keputusan ini merupakan tindakan eksplisit dan tekanan pada pemerintah Israel untuk mematuhi hukum internasional. Keputusan ini merupakan pukulan besar bagi ekonomi Israel dan hubungan luar negerinya. Mercosur adalah salah satu dunia yang paling cepat dalam memperluas pasar dan ekonomi terbesar kelima di dunia. Ekspor Israel ke Mercosur berjumlah hampir 600 juta dolar pada tahun 2006.

Israel telah banyak berinvestasi terutama di Brasil. Brasil sendiri, bahkan tanpa FTA, adalah tujuan ekspor terbesar Israel yang ketiga. Pada tahun 2005, Ehud Olmert, menteri perdagangan pada waktu itu, mengunjungi Brasil untuk mendapatkan dukungan Presiden Lula untuk persetujuan. Sedangkan sebulan lalu, menteri luar negeri Israel, Avigdor Liberman juga mengunjungi Brazil untuk mendesak ratifikasi perjanjian.

Sejak awal dari perundingan FTA, masyarakat sipil telah menolak kesepakatan perdagangan. Akibatnya, Komisi setuju untuk mendengarkan dengar pendapat publik sebelum proses pemungutan suara kemarin.

"Ini akan menjadi kontribusi yang kecil (untuk perjuangan Palestina), tapi harus spesifik. Perjanjian tersebut hanya dapat berlaku jika disetujui oleh negara-negara Mercosur. Seperti Uruguay yang telah setujui, kami akan bekerja sama dengan Argentina dan Paraguay. Pemerintah Lula telah berani," kata Mr Nilson Mourão (PT-AC). (sa/uruknet)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang