Di Dublin, Tony Blair Dilempari Telur Dan Sepatu
Para demonstran anti-perang melemparkan sepatu dan telur kepada Tony Blair ketika ia berada di Dublin untuk penandatanganan buku memoirnya, hari Sabtu (4/9) kemarin.
Para demonstran meneriakkan kepada Blair bahwa tangannya "berlumuran darah."
Sepatu, telur dan proyektil lainnya dilemparkan ke arah Blair saat ia keluar dari mobil, walaupun tidak ada yang tepat mengenainya.
Dalam acara itu sendiri pihak keamanan tampaknya lebih banyak daripada pembeli bukunya. Sekitar 200 orang pembeli diminta untuk menyerahkan tas dan ponsel mereka sebelum masuk ke toko buku Eason's.
Beberapa pengunjuk rasa, yang ditahan di belakang barikade, bentrok dengan polisi, dan setidaknya ada dua penangkapan.
Blair menghabiskan sekitar dua jam di toko itu sebelum muncul teriakan dan telur-telur dilemparkan.
Dalam bukunya, Blair mengatakan bahwa dia tidak menyesali keputusannya untuk terlibat perang bersama Amerika.
Rencananya, dia akan menyumbangkan semua hasil penjualan buku tersebut untuk amal bagi para tentara yang terluka.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada hari Sabtu kemarin, Blair menolak klaim bahwa invasi ke Irak dan Afghanistan telah meningkat radikalisasi Islam.
Blair mengatakan kepada BBC World Service "ancaman terbesar dalam keamanan internasional adalah gerakan radikal ini dalam skala yang lebih luas, karena saya pikir ini agak mirip dengan komunisme revolusioner."
Dirilis minggu ini, buku Blair berjudul A Journey adalah terbitan Amazon dan terlaris di Britania, dan telah masuk menjadi 10 besar buku yang banyak terjual. Blair sendiri mendapatkan bayaran sekitar $6,77 juta untuk penulisan buku ini. (sa/ap)
Lainnya (Arsip)
- Negara Yahudi: Semakin Dekat Terbentuk?
Minggu, 05/09/2010 08:36 WIB - Dianggap Langgar Keputusan Kerajaan, Situs Islam Answer Diblokir
Sabtu, 04/09/2010 16:33 WIB - Hari Quds di AS Sepakat Boikot Produk Israel
Sabtu, 04/09/2010 16:12 WIB - Ketua Dewan Mufti Rusia Desak Terbentuknya Negara Palestina Merdeka
Sabtu, 04/09/2010 10:33 WIB - Pembentukan Negara Yahudi: Dari Washington Ke Mesir?
Sabtu, 04/09/2010 08:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




