Reut Institute: Dunia Makin Membenci Israel

Jumat, 12/02/2010 18:35 WIB | Arsip | Cetak

Reut Institute, think tank Israel untuk masalah keamanan, sosial dan ekonomi mengingatkan pemerintahan Tel Aviv agar merespon dengan serius sikap anti-Israel yang makin meluas di seluruh dunia.

Dalam laporan yang dipresentasikan di rapat kabinet Israel, Kamis (11/2), Reut Institute menyatakan bahwa Israel sedang menghadapi ancaman legitimasi dengan makin maraknya aksi-aksi protes anti-Israel di kampus-kampus, aksi protes terhadap atlet Israel yang bertanding di luar negeri, gerakan boikot produk Israel di Eropa dan dikeluarkannya surat perintah penangkapan bagi para pejabat Israel oleh pemerintah Inggris.

Kampanye anti-Israel itu, kata Reut, dilakukan oleh individu dan organisasi berskala internasional. Individu dan organisasi-organisasi anti-Israel itu tidak memiliki hierarki atau pusat komando. Mereka bekerja berdasarkan kesamaan ideologi yang menganggap Israel sebagai negara pariah dan menolak eksistensi Israel.

Pusat-pusat jaringan anti-Israel itu, menurut laporan Reut, tersebar di kota London, Brussels, Madrid, Toronto, San Fransisco dan Universitas Berkeley, California dan para aktivisnya kebanyakan dari kalangan marginal yaitu anak-anak muda, dari kaum migran dan anarkis serta kalangan politisi yang radikal.

"Meski jumlah mereka tidak banyak, profil jaringan anti-Israel ini mencuat karena memanfaatkan kampanye publik dan liputan media massa," demikian laporan Reut.

Reut juga menyatakan, jaringan individu dan kelompok-kelompok anti-Israel itu makin kuat dengan adanya organisasi seperti Amnesty International dan Human Rights Watch yang kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Israel di Palestina. Keduanya bekerjasama untuk menumbuhkan sikap pro-Palestina di Eropa dan yang terlibat dalam gerakan ini bukan hanya orang-orang Palestina, Arab atau Muslim saja tapi banyak diantaranya orang-orang Eropa dan aktivis-aktivis sayap kiri di Amerika Utara.

"Kelompok-kelompok ini mengedepankan simbol-simbol dan tokoh-tokoh pahlawan pro Palestina seperti Mohammed Al-Dura dan aktivis perdamaian asal AS, Rachel Corrie. Mereka juga berpartisipasi dalam berbagai event internasional, misalnya, Konferensi Durban," tulis Reut.

Lebih lanjut laporan Reut menyebutkan bahwa Israel sama sekali tidak siap menghadapi kampanye anti-Israel yang mengancam legitimasi dan eksitensi Israel. Untuk itu Reut Institute merekomendasikan agar pemerintah Israel membentuk sebuah gugus tugas untuk melawan kampanye-kampanye anti-Israel dengan menempatkan kantor-kantor kedubes Israel di seluruh dunia di posisi terdepan untuk melawan kampanye hitam terhadap Israel. Lembaga think tank itu juga menyarankan agar intelejen Israel memantau serta mempelajari metode yang dilakukan jaringan anti-Israel itu. (ln/hrz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang