Kisruh Di Balik Layar Pemerintah Amerika?

Kamis, 19/11/2009 16:28 WIB | Arsip | Cetak

Apakah sekarang saatnya tiba pada kesimpulan bahwa “Pengecualian Amerika” sudah hampir berakhir? Kita semua tahu bahwa selama berabad-abad lamanya, Amerika selalu dikecualikan dalam berbagai hal—dan pengecualian itu datang sebagai bentuk penghormatan yang berlebih terhadap negara itu.

Dengan adanya eksekusi tunjangan kesehatan yang baru, sistem check dan balances yang selama ini berjalan di Amerika tampaknya mulai redup. Beberapa kaum Republik AS sudah melihat itu.

Selama ini sistem pemerintahan Amerika dikendalikan oleh tiga badan pemerintahan yang terpisah. Pemerintah dijalankan sepenuhnya oleh perwakilan Kongres yang terdiri dari eksekutif dan dewan judicial. Eksekutif yang paling bertanggung jawab akan urusan diplomasi, perang, dan keputusan legislasi. Sedangkan dewan judicial membatasi peran Kongres dan eksekutif. Namun, sistem ini sekarang mandeg.

AS selalu dikendalikan melalui berbagai agensi eksekutif. Sebut saja mulai dari FBI, IRS, FDA, DHS, FAA, dan DOT. Semua agensi ini menentukan tugas dari Kongres dan eksekutif. Beberapa dari mereka terikat secara hukum, sementara yang lain mengabaikan sama sekali (ketika itu bertentangan dengan tujuan mereka).

Namun tak satu pun dari mereka yang dipengaruhi dalam pemilihan umum. Kebanyakan lembaga mengambil peran peradilan juga, menafsirkan hukum sesuai yang mereka mau. Bahkan militer Amerika pun pada kenyataannya adalah sebuah agensi yang sedikit banyak dikendalikan oleh presiden AS.

Sekarang, program tunjangan kesehatan AS mengendap di Kongres. Yang artinya, sedikit banyak akan terjadi pengalihan dari GDP rakyat Amerika sebanyak 10%. Akibatnya pajak semakin naik dan naik, dan posisi para wakil rakyat semakin ditinggalkan. Dengan demikian, dunia akan melihat sebuah kelahiran oligarki Amerika—pemerintahan oleh elit, yaitu dalam hal ini kepala agensi-agensi tadi.

Memang kemudian seorang kepala eksekutif akan dipilih untuk sementara waktu, tetapi akhirnya agensi akan mengambil alih begitu banyak kekuatan dan sistem demokrasi berubah menjadi seperti "Ratu Inggris," alias tidak lain hanya sebagai kekuatan simbolis belaka.

Secara historis, agensi-agensi Amerika telah terbukti tidak bisa dihancurkan. Tak seorang pun di Amerika yang pernah punya catatan mengutak-atik Jaminan Sosial atau membongkar CIA. Amerika kenyataannya tidak seperti Prancis yang punya golongan sayap kanan radikal, atau segmen rakyat yang oposan.

Apa artinya? Potensi merebaknya eksistensi agensi akan semakin luas, bahkan tiba pada membangun jaringan dan kekuatan militer swasta. Seperti yang sudah terjadi pada saat ini. (sa/alqimmah)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang