Liga Arab : AS Gagal Menghentikan Pemukiman Yahudi

Selasa, 03/11/2009 10:35 WIB | Arsip | Cetak

Sekjen Liga Arab Amir Mousa, menegaskan bahwa AS gagal menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Tidak ada pembicaraan damai  dengan Israel, selama Israel melakukan pembangunan pemukiman di daerah pendudukan Tepi Barat.

Pernyataan Sekjen LIga Arab, Amir Mousa, mengomentari kunjungan Menlu AS, Hallary Clinton, yang berkunjung ke Yerusalem dan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, dan Hallary gagal menghentikan tindakan pemerintah Israel, yang terus melakukan pembangunan pemukiman. "JIka tidak ada langkah penghentian pemukiman Yahudi, berarti tidak ada kesungguhan. Apa yang akan anda rundingkan?", ucap Amir Mousa kepada wartawan di Marakes (Maroko).

Amir Mousa menilai AS tidak serius dalam mengupayakan perdamaian di Timur Tengah, sejak utusan khusus AS, Geroge Mitchel, yang sudah melakukan kunjungan ke berbagai negara di Timur Tengah, termasuk ke Israel dan gagal menekan Israel, agar menghetikan pembangunan pembangunan pemukiman Yahudi. 

"Jika anda ingin melanjutkan pembicaraan perdamaian, dan anda menjaga dari langkah-langkah yang menghancurkan hukum internasional, maka langkah-langkah normalisasi dapat dilanjutkan", tambahnya. "Mengapa Israel mengubah komposisi penduduk, batas wilayah dengan memperluas daerah jajahan, mengapa Israel mengusir orang-orang Arab dari tempat tinggal mereka?, tanya Mousa.
Sekarang mereka seperti gelandangan tidak memiliki rumah, dan tinggal di luar apartemen mereka, seperti binatang".

Amir Mousa menjadi tidak percaya dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah As, yang direfleksikan oleh Menlu Hallary, yang tidak tegas sikapnya terhadap Israel. Ini sangat mempengaruhi langkah-langkah perdamaian. Presiden Obama yang bertemu dengan Netanyahu dan Mahmud Abbas di New York, secara tegas melarang pembangunan pemukiman Yahudi, tetapi hanya menunda. Sejatinya dalam perjanjian 'Road Map' tahun 2003, yang didukung AS secara eksplisit Israel setuju menghentikan pembangunan pemukiman. (m/wb)



Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang