Menanti Obama di 2010

Selasa, 12/01/2010 10:12 WIB | Arsip | Cetak

Pada tahun 2008, Amerika dan dunia dijanjikan harapan dan perubahan dengan calon presiden AS Barack Obama dan kemenangan pemilihan bersejarahnya.

Di tahun 2009, ada lebih banyak promosi dan retorika yang sama dari Gedung Putih, namun sementara kebijakan presiden baru itu ternyata hanya mengalihkan sebagian saja dari presiden AS sebelumnya, Bush.

Lantas, bagaimana dengan 2010? Apakah ia akan mulai menjadi Obama sebenarnya yang benar-benar menghasilkan perubahan yang membuatnya terkenal?

Suara-suara dari beberapa yang mendukungnya mulai mengeluarkan kata-kata seperti loyo dan mengecewakan untuk menilai 12 bulan pertama Obama di kantor Gedung Putih.

Tak seorang pun menolak pencapaian penting Obama dalam memenangkan kursi presiden AS, atau aktivitas gelombang eforia Obama selama beberapa bulan pertama di Gedung Putih. Namun, momentum awal itu melambat, karena krisis ekonomi global dan dorongan untuk melewati reformasi tunjangan kesehatan dalam negeri yang jauh dari harapan Amerika sendiri.

Sedangkan di sektor kebijakan luar negeri, Obama telah memberi atmosfer dan retorika yang sama pula di beberapa bidang; perang di Iraq, dan perang di Afghanistan, serta perang dengan teroris di seluruh dunia. Di Kairo, Presiden Amerika berbicara tentang saling menghormati dan kepentingan bersama antara AS dan dunia Muslim; di Istanbul, ia bicara tentang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan lebih banyak kesempatan. Tetapi di Afghanistan, Obama adalah garis Bush yang "berkelahi melawan teror," dengan lebih banyak senjata. Apakah Obama yang seperti ini yang akan kita lihat pada 2010?

Media AS menilai bahwa pendekatan Obama terhadap tunjangan kesehatan tidaklah cukup. Hasil di Kopenhagen bahkan lebih buruk lagi, ketika Obama dinilai tidak bisa menghentikan tarik-menarik perang global mengenai perubahan iklim. Skenario yang sama menunggu di dunia Arab-Islam. Ketika datang ke masalah pokok, Obama hanya mengingat satu pemain saja (Israel).

Jawaban harus datang dari Obama pada tahun 2010. Bukan dalam bentuk retorika, tetapi aksi yang kuat, atau bukan pula jenis "aksi" yang melibatkan bahan peledak tonase. Di bawah kebijakan-kebijakan seperti itu, risikonya AS mungkin akan terus mengamuk, seperti banteng di toko keramik, dan tahun ini hanya sebagai perpanjangan semua hal yang terjadi di tahun 2009. (sa/dailystar)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang