Mengapa Tak Ada Prajurit AS Yang Mati di Iraq Selama Desember 2009?

Rabu, 13/01/2010 14:01 WIB | Arsip | Cetak

Laporan terbaru bulan ini, bahwa tak ada satupun prajurit AS yang mati di Iraq selama bulan Desember 2009 kemarin. Ini tentu sebuah kabar bagus buat Amerika. Tapi apakah penyebabnya?

Usut punya usut, ternyata hal itu terjadi disebabkan pada bulan Desember tidak ada patroli di jalanan Iraq, tidak ada prajurit AS yang menggeledah rumah dan menghancurkan pintunya, dan tak juga menebarkan kekacauan. Padahal, selama enam tahun di negeri itu, AS telah kehilangan 4000 orang tentara dan 30.000 lainnya cacat.

Namun, tidak demikian dengan di Afghanistan. Menurut Jenderal Barry McCaffrey, musim panas 2010 (jatuh sekitar bulan Juni atau Juli), Amerika harus menyediakan sedikitnya 300 sampai 500 peti mati setiap satu bulannya.

Mungkin Amerika sekarang harus belajar dari Ronald Reagan. Ketika Reagan menarik pasukannya dari medan perang, seketika tak ada lagi yang menyerang Amerika. Taliban menyerang Amerika karena Amerika mengambil negara mereka dan menempatkan seorang boneka Hamid Karzai, juga mengirim 100.000 tentara.

Seperti Perang Eropa yang berlangsung selama 30 tahun—di antara Jerman, Prancis, Ceko, Belanda, Denmark, Swedia, Skotlandia, dan Inggris, Katolik dan Protestan, raja dan ratu—orang-orang Muslim sekarang dicampur-aduk dengan konflik Barat dan Militan.

Jadi kesimpulannya, jika Amerika ingin tentaranya tak terbunuh atau cacat lagi, mereka juga harus menghentikan perang dan berhenti membunuhi orang Islam di Iraq dan Afghanistan. (sa/islamicity)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang