Ratusan Muslim Uighur Tewas di Penjara China

Tokoh Muslim Cina Uighur, Rabiya Kadeer menuding pemerintah Cina telah menyiksa sekitar 200 tahanan Muslim di penjara hingga meninggal dunia. Rabiya yang kini menetap di Washington, AS mengungkapkan, ia menerima kiriman fax dari seorang Uighur yang berprofesi sebagai polisi dan kini mengungsi ke Kyrgyzstan tentang kondisi para tahanan di penjara Urumbay, selatan kota Urumqi.
Menurut laporan polisi itu, kata Rabiya, sedikitnya 196 Uighur disiksa dan dibunuh di penjara tersebut. "Salah seorang diantaranya bernama Erkin, tidak kuat menahan siksaan dan akhirnya bunuh diri," ungkap Rabiya yang kini memimpin organisasi World Uighur Congress.
Menurutnya, ia tidak bisa memverifikasi jumlah tahanan yang menjadi korban karena sambungan telepon diputus. "Saya yakin, setelah berita itu terbuka ke publik, Cina akan bilang bahwa berita ini tidak benar. Kami tidak bisa membuktikannya, karena keterbatasan yang ada," tukas Rabiya mengecam pemerintah Cina yang menutup akses informasi
Masih menurut Rabiya, pemerintah Cina menahan lebih dari 200 orang Uighur yang mayoritas Muslim setelah terjadi bentrokan antar etnis di Urumqi tanggal 5 Juli lalu. Sedikitnya, 197 orang tewas dalam bentrokan tersebut. (ln/yn)
Lainnya (Arsip)
- Nama Anda Shah Rukh Khan? Sayang Sekali!
Selasa, 25/08/2009 13:47 WIB - Universitas Islam Dibuka di Chechnya untuk Pertama Kalinya
Selasa, 25/08/2009 12:29 WIB - Buntut Artikel Yang Gegerkan Israel, Wartawan Swedia Diancam Dibunuh
Selasa, 25/08/2009 11:36 WIB - Novelis Inggris Minta Maaf Pada Umat Islam
Selasa, 25/08/2009 10:40 WIB - Episode Lain Sentimen Belanda Terhadap Islam
Selasa, 25/08/2009 09:41 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




