Sebuah Sinagog Di Mesir

Kamis, 04/03/2010 15:08 WIB | Arsip | Cetak

Mengapa Mesir begitu dekat dengan Israel? Jawabannya mungkin tersimpan di sebuah sinagog di Kairo. Sinagog ini bernama Rav Moshe. Tidak sembarang orang tahu. Rumah ibadah Yahudi ini hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki sepanjang jalan-jalan sempit.

Diam-diam, pemerintah Mesir amat menjaga sinagog ini. Sekarang ini, bahkan Mesir tengah merenovasi Rav Moshe dengan biaya hampir $ 2 juta melibatkan tim ahli Mesir, mulai dari seni restorasi sampai insinyur mekanik.

Beberapa wartawan bereaksi sinis, menyatakan proyek ini dimulai untuk menopang pencalonan menteri kebudayaan Mesir, Farouk husni, dalam tawaran yang gagal sebagai kepala Unesco.

Bukan hanya orang-orang Yahudi datang ke Rav Moshe. Raja Fuad, yang memerintah Mesir dari 1917-1936 juga diberitakan menghabiskan malam di rumah ibadat itu, meskipun bukti kunjungannya telah lama menghilang. Ketika Fuad memerintah Mesir, lebih dari 80.000 orang Yahudi tinggal di Mesir di antara rakyatnya. Yahudi-Yahudi itu aktif, dalam kehidupan bisnis dan budaya. Sementara di Israel, orang-orang Palestina dibantai dengan keji oleh para Yahudi itu.

Setelah Gamal Abdel Nasser merebut kekuasaan pada tahun 1953, terjadi eksodus massal orang Yahudi dari Mesir. Sekarang ini penduduk Yahudi di Mesir hanya beberapa lusin saja.

Sebagian pejabat Mesir selalu memberi peringatan yang sama kepada wartawan, "Tolong, jangan katakan siapa pun."

Di Mesir, sejarah hidup bersama tetangga Yahudi telah digantikan dengan mengutuk Israel, dan sering orang Yahudi juga. Tapi tetap saja, Mesir membuat semuanya terasa jauh lebih mudah bagi Yahudi menguasai Palestina. Yang paling membuat geram adalah ketika terjadi agresi Israel ke Gaza, satu tahun yang lalu. Mesir menutup perbatasan, dan tidak membolehkan siapapun memasukinya. Sebaliknya perbatasan itu dibuka lebar-lebar untuk tentara-tentara dan militer Yahudi. Oh, Mesir, Mesir. (sa/nyt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang