Sunat Dilarang Di Massachusetts?

Jumat, 05/03/2010 13:51 WIB | Arsip | Cetak


Penentangan terhadap nilai-nilai Islam semakin banyak merebak. Kali ini datang dari negara bagian AS, Massachusetts. Satu kelompok nasional menyatakan bahwa sunat pada bayi yang baru lahir adalah multilasi genital, dan saat ini tengah menekan badan legislatif setempat agar melarangnya.

Matius Hess, presiden dari Bill to End Male Genital Mutilation, mengatakan "Kami selangkah lebih dekat untuk membuat undang-undang ini dan ada perhatian lebih banyak untuk itu sekarang."

Sebelum di Massachusetts, Hess telah berusaha mengajukan tuntutannya ini di 14 negara-negara lain,tapi tidak berhasil.

Charles A. Antonelli dari Quincy di bawah hak petisi yang dijamin dalam konstitusi negara, mengatakan sunat adalah menyakitkan dan tidak perlu, melanggar hak asasi manusia dan menurunkan sensasi seksual pada laki-laki dewasa.

"Untuk beberapa alasan masyarakat yang merasa cocok untuk melakukan amputasi bedah ke tubuh seseorang tanpa persetujuan mereka," kata Antonelli, 43. "Ini benar-benar pilihan pribadi. Kebanyakan orang berpikir bahwa ini tidak berbahaya."

Antonelli mengatakan ia terlibat dalam gerakan anti-sunat karena ia secara fisik rusak oleh sunat. Jika jadi, maka RUU Massachusetts itu akan menyertakan larangan sunat untuk laki-laki di bawah 18, kecuali jika secara medis diperlukan.

Bukan hanya kalangan Muslim, tapi dari Yahudi pun menolak pula petisi ini. "Ini gagasan buruk," kata Rabi Ronne Friedman dari Candi Israel di Boston, yang merasa melarang sunat akan menginjak-injak tradisi keagamaan. Dia meragukan RUU itu akan disetujui. "Satu-satunya cara hal seperti ini bisa dilakukan di mana pun di negara yang sangat berbeda dari negara kita sendiri." (sa/bostonherald)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang