Taliban Menakutkan? Kata Siapa?
Sudah sejak lama Taliban diberitakan sebagai kelompok Islam yang sentimen terhadap kaum perempuan. Media-media memberitakan bahwa Taliban melarang perempuan ke sekolah dan mengebiri potensi perempuan yang lainnya. Kenyataannya?
Dr Sakena Yacoobi, kepala Afghan Learning Institute, mempunyai pengalaman lain. “Rakyat Afghanistan mempercayai dan melindungi kami karena kami bekerja untuk akar rumput, berdasarkan budaya dan tradisi mereka.” Paparnya.
Yacoobi berusia 59 tahun. Ia sempat sekolah di Amerika setelah meninggalkan Afghanistan pada tahun 1979 ketika Soviet menjajah. Di Amerika, ia mendapatkan gelar PhD-nya. Kemudian ia kembali ke Pakistan dan bekerja sebagai petugas sukarelawan di kamp pengungsian.
Ia kembali ke Afghanistan pada tahun 1995 dan kemudian mendirikan sekolah untuk perempuan. Ia sekarang mempunyai sebuah institusi pendidikan yang telah memberikan edukasi kepada lebih dari 6,8 juta perempuan.
“Dengan Taliban kembali menguasai, dikiranya para perempuan Afghanistan ketakutan dan akan hanya tinggal di rumah. Tidak. Mereka tetap beraktivitas di pagi hari untuk bekerja dan belajar. Mereka mempelajari berbagai skil, menjadi dokter atau pengacara.” Terangnya. “Itu karena kami ini adalah negara yang relijius. Kami percaya kepada Allah swt dan menjadikan Rasulullah sebagai figur teladan.”
“Orang yang mengatakan bahwa Islam menentang pendidikan, sangat tidak punya pengetahuan.” Ujarnya lagi kepad The Age. “Ayah saya itu buta huruf, tapi tetap menyekolahkan saya.” (sa/iol)
Lainnya (Arsip)
- Abu Bakar: Muslim Chechnya yang Berhaji dengan Berjalan Kaki
Jumat, 04/12/2009 04:56 WIB - Iran Larang Wanita Tampil di TV Dengan 'Make-Up' Mencolok
Kamis, 03/12/2009 16:38 WIB - Amerika dan Tren Generasi Bumerang
Kamis, 03/12/2009 15:04 WIB - Siapa Bilang AS Mau Angkat Kaki dari Afghanistan?
Kamis, 03/12/2009 14:06 WIB - Pembantaian Masjid Al-Furqon, Mana Tanggung Jawabmu PM Thailand?
Kamis, 03/12/2009 11:25 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




