Turki dan Sumpah Palsu Seorang Dokter

Jumat, 09/10/2009 08:12 WIB Cetak |  Kirim

Mungkin ini efek dari pernyataan Syeikh Tantawi di Al-Azhar, Mesir. Mungkin juga karena Tukri memang negara yang sekular, dan rakyatnya tak memegang Islam dengan benar. Seorang wanita tua di kota Eskisehir ditolak dalam pemeriksaan medis oleh dokter, karena memakai jilbab.

Fatma Arduc, 69, dilarikan ke pusat kesehatan swasta karena sakit perut, tetapi, katanya, bukannya mendapatkan pemeriksaan medis, ia dihadapkan pada sebuah pertanyaan dari Dokter wanita, yang memeriksanya: "Mengapa Anda tertutup begini?"

Wanita tua itu menjawab dengan mengerutkan kening, "Ini adalah pakaian yang biasa kami kenakan." Gulsen Y., sang dokter, malah memintanya untuk membawa kartu identitas. Artuç kembali ke rumahnya mengambil kartu identitas. Melihat foto di KTP yang menunjukkan kepalanya tertutup, kali ini si dokter menyatakan bahwa gambar pada KTP dan kartu sehat Artuc tidak menyerupai dan ia kemudia menolak pemeriksaan medis wanita tua itu.

Setelah penolakan itu, Arduc pergi ke rumah sakit pemerintah, 2 kilometer jauhnya dari klinik swasta itu dan dirawat oleh dokter lain tanpa masalah.

Bingung dengan penolakan dokter rasis itu, Hamit Arduc, suaminya, melaporkan Dr Y. kepada Direktorat Kesehatan Provinsi di Eskisehir, sebuah kota di Turki.

"Untuk menjadi seorang dokter, orang-orang ini mengambil sumpah muanfik untuk memperlakukan sama setiap orang. Tapi melihat situasi ini, kami tidak mau percaya apa yang kami hadapi, tapi itu benar. Saya sangat prihatin," katanya.

Arduc Fatma menyatakan, ia diperiksa oleh Dr Y. beberapa kali sebelumnya, tapi tidak pernah mengalami situasi seperti ini. Dr Gulsen Y. sendiri menyangkal semua klaim yang dilaporkan keluarga Arduc dan ia mengatakan "Saya tidak membedakan pasien. Saya tidak ingin membicarakannya terlalu banyak. Jika diminta, saya akan memberikan jawaban yang diperlukan. Klaim ini tidak benar."

Setelah menerima keluhan dari keluarga Arduc, Direktorat Kesehatan Provinsi memulai penyidikan. (sa/wb)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG