UU Anti Teror Inggris Pojokan Umat Islam

Kamis, 05/03/2009 15:15 WIB | Arsip | Cetak

Pemerintah Inggris membuat kebijakan baru yang menyudutkan pemeluk Islam di negara itu. Para menteri dan pejabat keamanan di Inggris akan segera mengeluarkan kebijakan anti-teror yang sedianya diberlakukan bulan depan (April 2009). Masalahnya, kebijakan ini sangat berat sebelah dan tak proporsional. Kebijakan ini niscaya, banyak media massa di Inggris menganalisis, akan banyak merugikan kaum muslim. Bahkan akan "membunuh"nya.

Adalah isi dari rancangan kebijakan anti-teror itu yang menyidak langsung beberapa poin. Di antaranya adalah (seperti yang dicantumkan dalam draft strategi Pasal 2, orang akan dianggap ekstremis atau teroris, jika: seseorang mendengung-dengungkan isyu kekhalifahan, mengajukan hukum syariah, mempercayai jihad dimanapun di seluruh dunia termasuk di Palestina terhadap Israel, menolak homoseksualitas, dan merasa gagal membunuh tentara Inggris di Iraq atau Afghanistan.

Semua hal yang disebutkan di atas jelas-jelas melebarkan definisi teroris dan ekstremis yang berlebihan. Pasal 2 ini juga secara gamblang merupakan semua perintah dalam Al Quran untuk seorang muslim. Maka tidak heran, jika rancangan undang-undang benar-benar akan menghapus warga Islam di negeri itu. Sebenarnya tidak semua menteri di Whitehall menyetujui rancangan undang-undang ini, namun mereka berada dalam tekanan pihak tertentu. Banyak pihak ini ada hubungannya dengan Deklarasi London yang digagas oleh Israel beberapa waktu lalu sehubungan anti-Semit yang menggila.

Inayat Bunglawla, mantan jurubicara Dewan Muslim Britania Raya, berpendapat undang-undang ini akan memengaruhi para muslim Inggris. Bunglawala, sekarang mencoba untuk terlibat dalam politik berkata, "Ini akan 'membunuh' mayoritas umat Muslim di Inggris. Ini kontraproduktif dan langsung otomatis melabeli pemeluk Islam dengan sebutan ekstremis!"

Umat Muslim Inggris masih menunggu kelanjutan dan penerapan undang-undang ini. (sa/grdn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang