Mati Bisa Di mana Saja, Jangankan di Moge, Naik Pesawat Juga Orang Bisa Mati

1(5)Kegemaran almarhum Ustadz Jeffry Al Buchori (Uje) menunggangi motor gede alias moge ternyata sudah dilakukan sejak muda.

“Uje naik motor gede dari muda dulu, dan dengan begitu dia masuk di kalangan para pengendara motor gede untuk berdakwah,” ungkap Pipik kepada wartawan, di kediamannya, Jalan Narmada III Blok I Nomor 11, Rempoa, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2013).

Pipik pun mengaku sulit melarang Uje agar tidak mengendarai moge. “Kalau dilarang, dia selalu bilang ‘mati mah di mana juga mati. Jangankan di moge, naik pesawat juga orang bisa mati’. Itu urusan Allah,” tuturnya menirukan ucapan Uje kala itu.

Sementara itu, ibu kandung Uje, Tatu Mulyana, mengetahui anaknya memiliki moge setelah menjadi pendakwah. “Setelah jadi penceramah, dia baru beli motor besar. Tapi bukan untuk bergaya, ini untuk berdakwah,” kata Umi Tatu.

Sebagaimana diketahui, Uje wafat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sekira pukul 01.00 WIB, Jumat kemarin. Kepala Uje mengalami luka sangat parah. Polisi menduga, Uje memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan dalam keadaan mengantuk.

“Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat. Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur”.  HAMKA

—–