Demo "Avatar" Menentang Tembok Apartheid Israel
Para aktivis Palestina berdandan serta berpakaian ala Na'vi seperti karakter yang ada di film "Avatar", mereka berbaris di desa Bilin untuk memprotes pembangunan tembok memalukan Israel yang membagi wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Para pengunjuk rasa, mengecat tubuh mereka sendiri dengan warna biru, berpose seperti karakter dari film terkenal "Avatar."
Demo "Avatar" terjadi sehari setelah Israel mulai bekerja membangun kembali bagian dari dinding kontroversial di Tepi Barat lebih dari dua tahun setelah adanya putusan Mahkamah Agung.
Para demonstran juga mengenakan rambut panjang palsu dan kain kafiyeh yang dililitkan di pinggang untuk memprotes pembangunan kembali tembok pemisah Israel pada hari Ahad kemarin (14/2) di dekat desa Bilin.
Mereka menyamakan perjuangan mereka ke perjuangan intergalaksi - salah satu adegan yang digambarkan dalam film "Avatar".
Dalam keputusannya, pengadilan Israel mengatakan penduduk desa telah melawan diskriminasi dengan mengambil tanah yang tidak sah serta memasang lahan pertanian mereka dengan penghalang sehingga mencegah pembangunan tembok.
Namun, keputusan Israel tersebut tidak sesuai dengan putusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag tanggal pada tanggal 9 Juli 2004, yang menyatakan bahwa "dinding pemisah Israel harus dihancurkan pada suatu keputusan dan hal itu semua disepakati oleh para hakim dengan margin dari 14 -- 1. "
Desa Bilin telah menjadi simbol dari perjuangan terhadap penentangan pembangunan tembok pemisah Israel.
"Ini merupakan prestasi dan kemenangan bagi perlawanan rakyat, namun ini tidak cukup - 2.300 dunam (575 hektar) telah disita oleh Israel dari wilayah Bilin, dan hanya 750 dunam (188 hektar) yang dapat kembali," kata seorang demonstran Iyad Bornat tentang pembangunan kembali tembok pemisah.
Palestina menyebut tembok penghalang itu sebagai "tembok apartheid" dan melihatnya tidak lebih sebagai upaya Israel merebut tanah warga Palestina serta upaya Israel untuk membantu dan mendukung serta memperluas pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
Ratusan warga Palestina, warga Israel sendiri, dan aktivis asing telah melakukan demonstrasi yang berujung bentrok, beberapa demonstran terluka dalam bentrokan selama bertahun-tahun dan salah satu pengunjuk rasa Palestina tewas. (fq/agencies)
Lainnya (Arsip)
- Anggota Jihad Islam dan Al-Qassam, Syahid oleh Serangan Israel
Jumat, 12/02/2010 10:27 WIB - Sumber Israel: Al-Qassam telah Siapkan Unit Khusus Pembunuh
Kamis, 11/02/2010 08:46 WIB - Terungkap, Pejabat Senior Abbas Banyak Melakukan Korupsi
Rabu, 10/02/2010 10:42 WIB - Retaknya Dinding Masjid Al-Aqsha
Rabu, 10/02/2010 05:58 WIB - 2009, Tahun Terburuk Bagi Tahanan Palestina
Selasa, 09/02/2010 15:52 WIB
Berita Palestina
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




